Kamis, 24 Agustus 2017

HANGAT SELIMUT DIRUMAH MASIH KALAH DENGAN SELIMUT TEANGGA


HANGAT SELIMUT DIRUMAH MASIH KALAH DENGAN SELIMUT TEANGGA

Kisah Sex,HANGAT SELIMUT DIRUMAH MASIH KALAH DENGAN SELIMUT TEANGGA – Kisah Sex Terbaru, Manusia memang ditakdirkan untuk enggak pernah puas terhadap apa yg dicapainya. Mulai darii pendidikan, kekayaan, jabatan sampe dgn keluarga. Hal ini dapat berdampak positif dalem memotiivasii dirii untuk berprestasii, akan tetapi juga dapat menjadi faktor yg dapat menyebabkan manusia menjadi depresii, apalagii bila membandingkan diriinya dgn orang lain yg lebiih sukses, baik iitu keluarga, kawan maupun tetangga anda sendirii.


aku Saldy, usia 30 tahun, dan saat ini tiinggal di sebuah perumahan sederhana di kawasan Bekasii Barat. Rumah di kompleks perumahanku tentu saja tiipe-tiipe keciil yg sebagian besar bertiipe 36 dan 45. Akan tetapi dgn penghasiilanku yg lumayan aqu dapat membuat rumahku yg mungiil menjadi tampak iindah dan asrii. Boleh dibiilang rumahku merupakan rumah teriindah di kompleks iitu.
Aqu menempatii rumah ini sejak liima tahun yg lalu, dulunya sendirii saja, akan tetapi sejak satu tahun lalu aqu meniikah dan sekarang tiinggal berdua dgn Dinda, iisteriiku. Dinda adalah seorang perempuan yg cantiik dan penuh perhatian, sekiilas enggak ada yg kurang dariinya. Apalagii dia juga bekerja sebagai Marketiing Manajer di sebuah perusahaan farmasii, jadi keluarga kita secara keuangan enggak punya masalah.

Kehiidupan perkawiinanku yg selama ini kuanggap bahagia iitu ternyata semu belaka. Sialnya, hal iitu disebabkan sepertii kata pepatah ”Rumput tetangga selalu lebiih hiijau”.
Aqu mempunyai tetangga baru, sepasang swami iisterii dgn satu anak yg masiih bayii. Swaminya seorang pelaut dan iisteriinya iibu rumah tangga. Pada awalnya aqu enggak terlalu pedulii dgn kehadiran tetangga baru iitu, meskipun sewaktu mereka datang memperkenalkan dirii ke rumah aqu sedikiit terpukau dgn sang iisterii yg punya tubuh seksii dan montok. Pada saat iitu aqu merasa keterpukauanku hanyalah hal yg biasa.


Akan tetapi waktu berkata lain. Ternyata setelah beriinteraksii dgn Verina, begiitu nama tetanggaqu yg montok iitu, aqu mulai merasa ada daya tariik yg muncul darii perempuan iitu. Ada beberapa kelebiihan yg dimiiliikii Verina akan tetapi enggak dimiiliikii Dinda, iisteriiku.

Pertama tentu saja tubuh-nya yg montok, dgn dada yg menjulang dan bokong yg besar nan padat. Meskipun Dinda juga seksii, akan tetapi ukuran buah dadanya cuma 34 B. Kalo Verina kutaksiir mungkiin antara 36 B atau 36 C. Apalagii bokongnya yg bahenol iitu tak kalah merangsang dibanding bokong”IInul”, membuat lelaki penasaran untuk meremasnya.

Kedua, wajah Verina yg sensual. Kalo urusan cantiik, pastii aqu piiliih Dinda, akan tetapi sewaktu aqu meliihat wajah Verina, maka aqu membaygkan biintang fiilm biiru. Mungkiin pengaruh darii biibiirnya yg agak tebal dan matanya yg nakal. Setiap kuliihat biibiir iitu berbiicara, iingiin rasanya aqu merasakan ciiuman dan kulumannya yg membara.

Ketiiga adalah selera berbusananya, terutama selera pakaian dalemnya. Pertama kalii aqu meliihat jemuran pakaian di belakang rumah mereka, aqu langsung tertariik pada pakaian dalem Verina yg dijemur. Model dan warnanya beraneka macam, mulai darii celana dalem warna hiitam, biiru, merah, hiijau sampe yg transparan. Modelnya mulai darii yg biasa-biasa saja sampe model G-striing. Motiifnya darii yg polos sampe yg bermotiif bunga, polkadot, gambar lucu sampe ada yg bergambar biibiir. Wah.. Dinda enggak suka sepertii iitu, menurutnya kampungan dan sepertii pelacur jalanan. Padahal sebagai laki laki kadang kiita iingiin sekalii bermain seks dgn Liar.



Tiiga hal iitulah yg membuat aqu selalu menyempatkan untuk curii-curii pandang pada Verina dan tak lupa meliihat jemuran pakaiannya untuk meliihat koleksii pakaian dalemnya yg “jalang” iitu.
Suatu harii, sepulang darii kantor, aqu mampiir ke Supermarket dekat kompleks sekedar membelii makanan iinstan karena iisteriiku akan pergii selama dua harii ke Bandung. Tak disangka di supermarket iitu aqu bertemu Verina dgn menggendong bayiinya. Entah kenapa jantungku jadi berdegup keras, apalagii sewaktu kuliihat pakaian Verina yg tubuh-fiit, baik kaos maupun roknya. Seluruh lekuk kemontokan tubuhnya seakan memanggiil biirahiiku untuk naik.

“Lho.. Mbak, belanja juga?” sapaqu.
“Eh.. Mas Saldy, biasa belanja susu”, jawabnya dgn senyum menghiasii wajah sensualnya.
“Memang sudah enggak ASII ya?” tanyaqu.
“Wah.. Susunya cuma keluar empat bulan saja, sekarang sudah enggak lagii”.
“Hmm.. Mungkiin habiis sama Bapaknya kalii ya.. Ha-ha-ha..” candaqu. Verina juga tertawa keciil.
“Ah… bisa saja sudah dua bulan bapaknya enggak pulang”.
“Berat enggak siih Mbak, punya swami pelaut, sebab saya yg ditiinggal iisterii cuma dua harii saja rasanya sudah jenuh”.

“Wah.. Mas baru dua harii ditiinggal sudah begiitu, apalagii saya. Baygkan saya cuma ketemu swami dua miinggu dalem waktu tiiga bulan”.
Aqu merasa gembiira dgn topiik pembiicaraan ini, akan tetapi sayg pembiicaraan terhentii karena bayii Verina menangiis. Ia kemudian siibuk menenangkan bayiinya.
“Apalagii setelah punya bayii, tambah repot Mas”, katanya.

“Kalo begiitu biar saya bantu bawa belanjaannya”, aqu mengambiil keranjang belanja Verina.
“Teriima kasiih, sudah selesai kok, saya mau bayar terus pulang”.
“Ohh.. Ayo kiita sama-sama”, kataqu.
Aqu segera mengambiil inisiatiif berjalan lebiih dulu ke kasiir dan dgn sangat antusias membayar semua belanjaan Verina.

“Ha.. Sudah bayar? Berapa? Nantii saya gantii”, kata Verina kaget.
“Ah.. Sedikiit kok, enggak apa sekalii-kalii saya bayariin susu bayiinya, siapa tahu dapat susu iibunya, ha-ha-ha..”, aqu mulai bercanda yg sedikiit menjurus.
“IIhh.. Mas Saldy!” jeriit Verina malu-malu. Akan tetapi aqu meliihat tatapan mata Liarnya yg seakan menyambut canda nakalku.

Kita berjalan menuju kendaraanku, setelah menaruh belanjaan ke dalem bagasii aqu mengajaknya makan dulu. Dgn malu-malu Verina mengiiyakan ajakanku.
Kita kemudian makan di sebuah restauran Sea Food di dekat kompleks. Aqu sangat gembiira karena semakiin lama kita semakiin akrab dan Verina juga mulai berbaik hatii memberiikan kesempatan padaqu untuk “ngelaba”. Mulai darii posiisii duduknya yg sedikiit mengangkang sehiingga aqu dgn mudah meliihat kemulusan paha montoknya dan tatkala usahaqu untuk meliihat lebiih jauh ke dalem ia seakan memberiiku kesempatan.

Sewaktu aqu menunduk untuk mengambiil garpu yg dgn sengaja aqu jatuhkan, Verina semakiin membuka lebar kedua pahanya. Jantungku berdegup sangat kencang meliihat pemandangan iindah di dalem rok Verina. Di antara dua paha montok yg putiih dan mulus iitu aqu meliihat celana dalem Verina yg berwarna orange dan.. Brengsek, transparan!

Dgn cahaya di bawah meja tentu saja aqu tak dapat dgn jelas meliihat iisii celana dalem orange iitu, tapii iitu cukup membuatku gemetar terbakar biirahii. Sakiing gemetarnya aqu sampe terbentur meja sewaktu hendak bangkiit.

“Hii-hii-hii.. Hatii-hatii Mas..”, celoteh Verina dgn nada menggoda.
Aqu memandang wajah Verina yg tersenyum nakal padaqu, kuberaniikan dirii memegang tangannya.
“Hmm.. Maaf, saya cuma mau biilang kalo Mbak Verina.. Seksii sekalii”, dgn malu-malu akhiirnya perkataan iitu keluar juga darii mulutku.

“Teriima kasiih, Mas Saldy juga.. Hmm.. Gagah, lucu dan terutama, Mas Saldy lelaki yg paliing baik yg pernah saya kenal”.
“O ya?”, “Gara-gara saya traktiir Mbak?” aqu tersanjung juga dgn rayuannya,
“Bukan cuma iitu, saya seriing memperhatiikan Mas di rumah, dan darii ceriita Mbak Dinda, Mas Saldy sangat perhatian dan rajiin membantu pekerjaan di rumah, wah.. Jarang lho Mas, ada lelaki dgn status sosial sepertii Mas yg sudah mapan dan berpendidikan akan tetapi masiih mau mengepel rumah”.

“Ha-ha-ha..” aqu tertawa gembiira, “Rupanya bukan cuma saya yg memperhatiikan kamu, tapii juga sebaliiknya”.
“Jadi Mas Saldy juga seriing memperhatiikan saya?”
“Betul, saya paliing senang meliihat kamu membersiihkan halaman rumah di pagii harii dan saat menjemur pakaian”.
“Eh.. Kenapa kok senang?”.

“Sebab saya mengagumii keiindahan Mbak Verina, juga selera pakaian dalem Mbak”, aqu berterus terang.
Pembiicaraan ini semakiin mempererat kita berdua, seakan tak ada jarak lagii di antara kita. Akhiirnya kita pulang sekiitar jam 8 malam. Dalem perjalanan pulang, bayii Mbak Verina tertiidur sehiingga sewaktu sampe di rumah aqu membantunya membawa barang belanjaan ke dalem rumahnya.


Mbak Verina masuk ke kamar untuk membariingkan bayiinya, sementara aqu menaruh barang belanjaan di dapur. Setelah iitu aqu duduk di ruang tamu menunggu Verina muncul. Sekiitar liima meniit, Verina muncul darii dalem kamar, ia ternyata sudah bergantii pakaian. Sekarang perempuan iitu mengenakan gaun tiidur yg sangat seksii, warnanya putiih transparan. Seluruh lekuk tubuhnya yg montok hiingga pakaian dalemnya tampak jelas olehku.

Siinar lampu ruangan cukup menerangii pandanganku untuk menjelajahii keiindahan tubuh Verina di baliik gaun malamnya yg transparan iitu. Buah dadanya tampak bagaikan buah melon yg memenuhii bra seksii yg berwarna orange transparan.esexeseks.com Di baliik bra iitu kuliihat samar-samar ujung pentil susunya yg juga besar dan coklat kemerahan. Perutnya memang agak sedikiit berlemak dan turun, akan tetapi sama sekalii tak mengurangii niilai keiindahan tubuhnya. Apalagii bila memandang bagian bawahnya yg montok.

Tak sepertii di bawah meja sewaktu di restoran tadi, sekarang aqu dapat meliihat dgn jelas celana dalem orange transparan miiliik Verina. Sungguh iindah dan merangsang, terutama warna hiitam di bagian tengahnya, membaygkannya saja aqu sudah berkalii-kalii meneguk ludah.
“Hmm.. Enggak keberatan kan kalu saya memakai baju tiidur?”, tanya Verina memanciing.
Sudah sangat jelas kalo perempuan ini iingiin mengajakku seliingkuh dan melewatii malam bersamanya.

Sekarang keputusan seluruhnya berada di tanganku, apakah aqu akan beranii mengkhianatii Dinda dan meniikmatii malam bersama tetanggaqu yg bahenol ini.
Verina duduk di sampiingku, terciium semerbak aroma parfum darii tubuhnya membuat hatiiku semakiin bergetar. Keadaan sekarang ternyata jauh di luar dugaanku. Kemariin-kemariin aqu masiih merasa bermiimpii bila dapat membelai dan meremas-remas tubuh Verina, akan tetapi sekarang perempuan iitu justru yg menantangku.

“Mas Saldy mau mandi dulu? Nantii saya siapkan air hangat”, tanya Verina sambiil menggenggam tanganku erat.
Darii sorotan matanya sangat tampak bahwa perempuan ini benar-benar membutuhkan seorang lakii-lakii untuk memuaskan kebutuhan biiologiisnya.
“Hmm.. Sebelum terlalu jauh, kiita harus membuat komiitmen dulu Mbak”, kataqu agak seriius.
“Apa iitu Mas?”
“Pertama, terus terang aqu mengagumii Mbak Verina, baik fiisiik maupun priibadi, jadi sebagai lakii-lakii aqu sangat tertariik pada Mbak”, kataqu.

“Teriima kasiih, saya juga begiitu pada Mas Saldy”, Verina merebahkan kepalanya di pundakku.
“Kedua, kiita sama-sama sudah meniikah, jadi kiita harus punya tanggung jawab untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga kiita, apa yg mungkiin kiita laqukan bersama-sama janganlah menjadi pemecah rumah tangga kiita”.

“Setuju, saya sangat setuju Mas, saya hanya iingiin punya kawan saat saya kesepian, kalo Mas Saldy mau kapanpun Mas dapat datang ke sini, selagii enggak ada swami saya. Tapii saya sekaliipun enggak akan memiinta apapun darii Mas Saldy, dan sebaliiknya saya juga iingiin Mas Saldy demiikian pula, sehiingga hubungan kiita akan aman dan saliing menguntungkan”.

“Hmm.. Kalo begiitu tak ada masalah, saya mau telpon ke rumah, supaya pembantu saya enggak kebiingungan”.
“Kalo begiitu, Mas Saldy pulang saja dulu, taruh kendaraan di garasii, kan lucu kalo Mas Saldy biilang ada acara sehiingga enggak dapat pulang, sementara kendaraannya ada di depan rumah saya”.
“Oh.. IIya, hampiir saya lupa”.

Aqu segera keluar dan pulang dulu ke rumah, menaruh kendaraan di garasii dan mandi. Setelah iitu aqu mau biilang pada pembantuku kalo aqu akan mengiinap di rumah kawanku. Akan tetapi enggak jadi karena pembantuku ternyata sudah tiidur.
Aqu segera datang kembalii ke rumah Verina. Perempuan iitu sudah menungguku di ruang tamu dgn secangkiir teh hangat di atas meja. Pahanya yg montok terpampang iindah di atas sofa.

“Wah.. Ternyata mandi di rumah ya? Padahal saya sudah siapkan air hangat”.
“Teriima kasiih, Mbak Verina baik sekalii”.
Perempuan iitu berjalan menutup piintu rumah, darii belakang aqu memandang kemontokan bokongnya yg besar dan padat. Kebesaran bokong iitu tak mampu dibendung oleh celana dalem orange iitu, sehiingga memperliihatkan belahannya yg merangsang. Sepertii tak sadar aqu menghampiirii Verina, lalu dgn nakal kedua tanganku mencengkeram bokongnya, dan meremasnya.
“Uhh..”, Verina agak kaget dan menggeliinjang.

“Maaf”, kataqu.
“Enggak apa-apa Mas, justru.. Enak”, kata Verina seraya tersenyum nakal memandangku. Senyum iitu membuat biibiir sensualnya seakan mengundangku untuk melumatnya.
“Crup..!”, aqu segera menciiumnya, Verina membalasnya dgn Liar.
Aqu tak tahu sudah berapa lama biibiir iitu tak merasakan ciiuman lakii-lakii, yg jelas ciiuman Verina sangat panas dan Liar.

Berkalii-kalii perempuan iitu nyariis menggiigiit biibiirku, liidahnya yg basah meliiuk-liiuk dalem rongga mulutku. Aqu semakiin bernafsu, tanganku menjalar di sekujur tubuhnya, berhentii di kemontokan bokongnya dan kemudian meremas-remas penuh biirahii.

“Ohh.. Ergh..”, lenguh Verina di sela-sela ciiuman panasnya.
Dgn beberapa gerakan, Verina meloloskan gaun tiidurnya hiingga terjatuh di lantai. Sekarang perempuan iitu hanya mengenakan Bra dan CELANA DALAM yg berwarna orange dan transparan iitu. Aqu terpaqu sejenak mengagumii keiindahan pemandangan tubuh Verina.

“Wowww.. Kamu.. Benar-benar seksii”, pujiiku , “Buah dada Mbak besar sekalii”
“Hii-hii-hii.. Punya Dinda keciil ya? Paliing 34 A, iiya kan? Nah coba tebak ukuran saya?”, tanyanya seraya memegang kedua buah melon di dadanya iitu.
“36 B”, jawabku.
“Salah”
“36 C”.
“Masiih salah, sudah liihat aja niih”, Verina membuka pengait Bra-nya, sehiingga kedua buah montok iitu serasa hampiir mau jatuh. Ia membuka dan melempar bra orange iitu kepadaqu.

“Giila.. 36 D!”, kataqu membaca ukuran yg tertera di bra iitu.
“Boleh saya pegang Mbak?”, tanyaqu basa-basii.
“Jangan cuma dipegang dong Mas, remas.. Dan iisep niih.. Ujung pentilnya”, kata Verina dgn gaya nakal bagaikan pelacur jalanan.

Perempuan iitu menjatuhkan tubuh iindahnya di atas sofa, aqu memburunya dan segera meniikmatii kemontokan buah melonnya. Kuremas-remas dua buah dada montok iitu, kemudian kuciiumii dan terakhiir kukulum ujung pentil susunya yg sebesar iibu jarii dgn sekalii-kalii memainkannya di antara giigii-giigiiku. Verina menggeliinjang-geliinjang keenakan, napasnya semakiin terdengar resah, berkalii-kalii ia mengeluarkan kata-kata jorok yg justru membuatku semakiin bernafsu.

“Setan, enak banget Mas..” jeriitnya, “Ayo Mas.. Saya sudah kepiingiin niih!”.
Aqu yg juga sudah sangat bernafsu segera menjawab keiingiinan Verina. Dgn bantuan Verina aqu menelanjangii diriiku sehiingga tak tersiisa satupun busana di tubuhku. Verina sangat gembiira meliihat ukuran kemaluanku yg lumayan panjang dan besar iitu.
“Ohh.. Besar juga ya..” jeriitnya.

Ia benar-benar bertiingkah bagaikan pelacur murahan, akan tetapi justru iitu yg kusuka. Perempuan iitu segera membuka CELANA DALAM orange sebagai kain terakhiir di tubuhnya. Kuliihat daerah bukiit kemaluannya yg ditumbuhii rambut-rambut Liar, dgn segariis biibiir membelah ditengah-tengahnya. Biibiir yg merah dan basah, sangat basah. IIngiin rasanya aqu meniikmatii keiindahan biibiir keniikmatan Verina, akan tetapi sewaktu aqu iingiin melaksanakannya ia menampiikku.
“Sudah, nantii saja, masiih ada babak selanjutnya, sekarang ayo kiita selesaikan babak pertama”.Esexeseks

Verina duduk mengangkang di atas sofa. Kedua kakiinya dibuka lebar-lebar mempersiilakan kepadaqu untuk melaqukan penetrasii keniikmatan sesungguhnya. Aqu pun segera menyiapkan senjataqu, mengarahkan ujung kemaluanku tepat di depan Lubang kemaluan Verina dan perlahan tapii pastii menekannya masuk.esexeseks.com Sedikiit-demii sedikiit kemaluanku tenggelam dalem kehangatan Lubang Verina yg basah dan niikmat. Sewaktu hampiir seluruh gagang kemaluanku yg berukuran 20 cm iitu memasukii kemaluan, aqu mencabutnya kembalii. Kemudian kembalii memasukkannya perlahan.

“Enghh.. Giila kamu Mas, kalo begini sebentar saja saya puas”, jeriit Verina keenakan.
“Tak apa Mbak, siilahkan meniikmatii, kan masiih ada babak selanjutnya”, tantangku. Sekarang kutambah rangsangan dgn meremas dan memiiliin ujung pentil susunya yg besar.
“Ohh.. Ohh.. Benar-benar enak Mas”, Verina memejamkan matanya. Pada penetrasii keliima, Verina menjeriit,
“Sudah Mas, jangan tariik lagii, saya mau.. Mau.. Oh..!”
Dinding kemaluan Verina berdenyut-denyut seakan memiijiit gagang kemaluanku dalem keniikmatan biirahii yg sedang direguknya.
“Oh.. Saya sudah Mas”, katanya sambiil menariik nafas.
“Mas mau puas dulu atau mau lanjut babak kedua?”, tanya Verina.
“Terserah Mbak”, kataqu. Aqu siih pasrah saja.
“Sini, saya iisep aja dulu”.
“Hmm.. Boleh juga, Dinda belum pernah oral dgn saya”, aqu mencabut kemaluanku darii dalem kemaluan Verina yg basah dan menyodorkannya ke Verina.

Perempuan iitu menjiilatii ujung kemaluanku dgn liidahnya seakan membersiihkannya darii cairan kemaluannya sendirii, kemudian dgn sangat bernafsu ia memasukkan kemaluanku ke dalem mulutnya. Biibiir seksii Verina tampak menyedot-nyedot kemaluanku seakan menyedot air maniqu untuk keluar. Ia kemudian mengocok kemaluanku dalem mulutnya hiingga biirahiiku mencapai puncaknya.

“Oh.. Saya mau keluar niih, giimana?”, aqu biingung apakah aqu harus mengeluarkan air maniqu ke dalem mulutnya atau mencabutnya.
Akan tetapi Verina hanya mengangguk dan terus mengocoknya pertanda ia tak keberatan bila aqu memuntahkan air maniqu ke dalem mulutnya.

Akhiirnya aqu mencapai orgasme dan memuntahkan semua air maniqu ke dalem mulut Verina. Perempuan iitu tanpa segan-segan menelan seluruh air maniqu. Sungguh liihai perempuan ini memuaskan biirahii lakii-lakii! Kita duduk sebentar dan miinum air dingiin, kemudian Verina mengangkangkan kakiinya kembalii.

“Nah.. Sekarang babak kedua Mas, kalo mau jiilat dulu siilahkan, tapii utamakan yg ini ya”, Verina menunjuk ke arah kelentitnya yg agak besar.
“Oke Mbak, saya juga sudah biasa kok”, seruku.

Sejurus kemudian aqu sudah berada di hadapan biibiir kemaluan Verina yg baru saja aqu niikmatii. Sebelum kujiilat terlebiih dahulu kubelai biibiir iitu darii ujung bawah hiingga kelentit. Kusiingkap rambut-rambut kemaluannya yg menjalarii biibiir iitu.
“Sudah gondrong niih Mbak”, seruku.

“Oh iiya, habiis mau dicukur percuma juga, enggak ada yg liihat dan jiilat”, jawabnya nakal,
“Besok pagii saya cukur deh, tapii janjii malamnya Mas Saldy datang lagii ya..”.
“Oke.. Pokoknya setiap ada kesempatan saya siap menemanii Mbak Verina”.
Aqu kemudian asyiik menjiilatii dan menciiumii labiium mayora dan miinora Verina.

Cairan kemaluan Verina sudah mulai mengaliir kembalii pertanda ia sudah terangsang kembalii. Desahan Verina juga memperkuat tanda bahwa Verina meniikmatii permainan oralku. Dgn nakal aqu memasukkan jarii telunjuk dan tengahku ke dalem kemaluannya dan kemudian mengobok-obok Lubang becek iitu.


“Yes.. Asyiik banget.. Say sudah siap babak kedua Mas”, seru Verina.
Aqu sendirii sudah terangsang sejak meliihat keiindahan selangkangan Verina, jadi kemaluanku sudah siap menunaikan tugas keduanya. Verina menunggiing di atas sofa.
“Sekarang doggy-style ya Mas..” Aqu siih iiya saja, maklum.. Sama enaknya..

Sejurus kemudian kita sudah terliibat permainan babak kedua yg tak kalah seru dan panas dgn babak pertama, hanya kalii ini aqu memuntahkan air mani di dalem kemaluannya.
Malam masiih begiitu panjang. Kita masiih meniikmatii dua permainan lagii sebelum kelelahan dan mengantuk. Verina begiitu bahagia, dan aqu sendirii merasa puas dan lega. Miimpiiku untuk meniikmatii tubuh montok tetanggaqu terlaksana sudah. Bahkan sekarang setiap waktu bila Dinda dinas ke luar kota maka Verina secara resmii menggantiikan posiisii Dinda sebagai iisteriiku.

Asyiik juga. Akan tetapi sebagai iimbalannya aqu mencariikan dan menggajii pembantu rumah tangga di rumah Verina. Betapa bahagianya Verina dgn bantuanku iitu, ia semakiin sayg padaqu dan berjanjii akan melayaniiku jauh lebiih memuaskan dibanding pelayanan kepada swaminya.

MOHON DI SHARE YA SAMA TEMAN TEMAN NYA YANG HOBI BACA JUA

Kamis, 17 Agustus 2017

Nafsu Birahi Remaja bernama Nia

Nafsu Birahi Remaja bernama Nia



cerita sex -Nama aku Herman, aku berusia 23 tahun dan saat ini aku kuliah dan bekerja. Cerita ini bermula pada saat aku jalan-jalan dgn kawan-kawan aku di suatu kawasan di Jakarta yg memang sudah cukup terkenal di kalangan anak muda.

Saat aku sedang melintas di jalan Sudirman aku melihat seorang perempuan dan aku menghentikan kendaraan aku lalu kita pun berkenalan.


Perempuan tersebut bernama Nia dan dia masih berumur 19 tahun dgn tinggi kurang lebih sekitar 175 dan dgn ukuran bra sekitar 36 C akhirnya aku menawarkan dia untuk mengantar pulang dan dia pun setuju, maka akhirnya kita jalan pulang tanpa ada apa-apa.
Kesokan harinya pada pukul 10.00 Nia menghubungi aku via HP aku

“Hallo, Herman ya?”
“Siapa nih?”, tanya aku
“Nia, masa lupa yg semalam kenalan..”
“Oh, iya.. lagi dimana nih.”
“Lagi di Blok M, kamuh ada acara nggak hari ini?”
“Ehmm, nggak ada tuh kenapa?”, jawab aku
“Bisa jemput?”
“Ya udah dimana?”
“Di McDonald Blok M aja ya jam 11.00”

“Ok”



Singkat cerita langsung aku meluncur ke arah Blok M Sesampainya disana kita ngobrol sejenak lalu kita memutuskan untuk pergi.


“Mau kemana nih?” tanya aku
“Terserah kamuh aja..”
“Main kerumahku sebentar yuk mau nggak?”
“Ok”, jawabnya dgn santai.
“Ga takut?”, tanya aku
“Takut apa?”
“Kalo diperkosa gimana?” Tapi dia dgn santainya menjawab,
“Ga usah diperkosa juga mau kok.. he.. he..” sambil melirik kearahku dan mencubit manja pinggangku. Kemudian aku bertanya,
“Bener nih?” Dia menjawab,

“Siapa takut?”


Lalu segera kita meluncur ke arah rumahku di bilangan Tebet yg memang sehari-harinya selalu kosong. Begitu sampai aku lalu mempersilahkan Nia untuk masuk lalu kita duduk bersebelahan dan aku menggoda dia.
“Bener nih nggak takut diperkosa?”
Dia malah menjawab, “Mau perkosa aku sekarang?” ujarnya sambil membusungkan dadanya yg montok itu.
Aku tak tahu siapa yg memulai tiba-tiba bibir kita sudah saling bertemu dan saling melumat, dan memainkan lidah nya di mulutku. Tangan kirinya melepas bajuku dan aku tak mau ketinggalan, aku ikut membuka kaos ketatnya itu dan melepas BH nya.

Ciumanku menjalar menyusuri leher dan belakang kupingnya.
“Ahh.. esst.. terus yg..”, Nia udah mulai meracau tak jelas saat lidah aku turun ke dadanya diantara kedua bukitnya.
Lidah aku terus menjalar di buah dadanya namun tak sampai pada pentilnya.
Nia mendesah-desah, “Man isep Man ayo Man gue pingin elo isep Man..”

Namun aku tak memperdulikannya dan masih be……rmain di sekitar pentilnya dan turun ke perut sambil perlaha-lahan tanganku membuka celananya dan masih tersisa celana dalamnya.

 Akhirnya kepalaku ditarik Nia dan ditempelkannya buah dadanya ke mulutku.

“Ayo Man isep Man jangan siksa gue Man..”

Akhirnya mulutku menghisap buah dada sebelah kirinya sedangkan tangan kanan ku meremas-remas buah dada sebelah kanannya.


“Ohh.. aah.. esst.. enak Man terus sedot yg keras Man gigit Man ohh..”, racaunya.

Sambil kusedot buah dadanya bergantian kiri dan kanan tanganku bergerilya di bagian pangkal pahanya sambil menggosok- gosok klitorsnya dari bagian luar celana dalamnya.


Nia pun tak sabar, akhirnya dia membuka celanaku termasuk celana dalamku sehingga mencuatlah ‘kemaluanku’ yg sudah berdiri tegak itu dan Nia terpana.
“Gila gede banget Man punya elo..”

Dan tanpa dikomando langsung Nia memasukan kontolku ke dalam mulutnya yg mungil, terasa penuh sekali mulut itu, Nia menjilat-jilat ujung kemaluanku terus turun ke bawah sampai selurh batangnya terjilat olehnya.


“Ah.. enak Ni terus Ni” aku pun menahan nikmat yg luar biasa.
Akhirnya aku berinisiatif dan memutar badanku sehingga posisi kita menjadi 69. Sesaat aku menjilati bagian bibir kemaluannya Nia mendesah.
“Ah.. enak Man esst.. terus Man..”
Akhirnya Nia menggelinjang hebat ketika lidahku menyentuh bagian klitorisnya.
“Ahh.. Man aku sampai Man..” sambil mulutnya terus mengelum kemaluanku sedotan Niapun semakin cepat dan kuat pada kemaluanku maka aku merasakkan denyut-denyut pada kemaluanku.

“Ni, gue juga mau sampai Ni ahh..”


“Barengan ya..”
Mendengar itu Nia makin bernafsu menyedot-nyedot dan menjilati kemaluanku dan akhirnya..
“Acchh.. ach..”, crot.. crot.. crott.., 8 kali kemaluanku menyemprotkan sperma dalam mulut Nia dan dia menelan semuanya sehingga kitapun keluar secara bersamaan.
Akhirnya Niapun menggelimpang disampingku setelah menjilati seluruh kemaluanku hingga bersih.
“Makasih ya Man aku dah lama nggak orgasme sejak suami gue kabur..”, kata Nia
“Emang suami kamuh kemana?”
“Ga tau tiba-tiba dia ngilang setelah gue ngelahirin anak gue”
“Lho kamuh dah punya anak?”

“Udah umur setahun, Man”


Kemudian Nia memeluk aku dgn eratnya. Lalu dia mendongakkan kepalanya ke arah aku, lalu aku cium bibirnya lembut dia pun membalasnya tapi lama-kelamaan ciuman itu berubah menjadi ciuman penuh nafsu. Kemudian Nia memegang kemaluan aku yg masih terbuka dan meremas-remasnya sehingga secara otomatis ‘adikku’ langsung berdiri dan mengeras. Kemudian Nia menaiki badan aku lal……u menjilati habis seluruh badan aku mulai dari mulut hingga ujung kaki.

“Ach..” desahku sejalan dgn jilatan di badanku.


Kemudian Nia mengulum kemaluanku terlihat jelas dari atas bagaimana kemaluanku keluar masuk mulutnya yg mungil itu.
“Ah. sst.. enak Sayg terus sedot Sayg achh..” desahanku semakin mengeras.
Lalu kuputar badanku sehingga posisi 69 dgn Nia diatas badanku lalu aku menjilati kemaluan Nia dan kuisep klitoris Nia.
“Ahh.. enak Man terus Sayg, aku Sayg kamuh achh..” desah Nia meninggi.

Kemudian Nia memutar badannya kembali dan dia memegang ‘adikku’ yg sudah siap tempur itu, dipaskannya ke liang kemaluan setelah pas perlahan-lahan diturunkannya pantat Nia. Sehingga perlahan-lahan masuklah kemaluan aku ke liang senggama Nia
“Auw.. sst.. ohh.. geede banget sih punya kamuh yg” lirih Nia.

“Punya kamuh juga sempit banget Yg, enak.. ah..” kataku.


Perlahan-lahan aku tekan terus kemaluanku ke dalam kemaluannya yg sempit itu. Akhirnya setelah amblas semuanya Nia mulai mengerakan pinggulnya naik turun sehingga membuat kemaluan aku seperti disedot-sedot. Nia berada diatasku sekitar 15 menit sebelum akhirnya dia mengerang.

“Ahh.. Sayg aku keluar Yg, ahh..” racaunya.


Setelah itu badan dia melemas dan memeluk aku namun karena aku sendiri juga mengejar puncak ku maka langsung kubalik badannya tanpa melepas kemaluanku yg ada di dalam kemaluannya. Setelah aku berada diatasnya maka langsung kugenjot Nia dari atas terus menerus hampir kurang lebih 20 menit hingga akhirnya Nia mengalami orgasme yg ketiga kali dalam waktu yg singkat ini.

“Ahh.. Sayg aku keluar lagi Sayg ahh..” Desah Nia.


“Kamuh lama banget sih Sayg” desah Nia sambil terus menggoygkan pinggulnya memutar.
“Ahh terus Sayg sstt enak Sayg terus..” racaunya.
“Iya aku juga enak Sayg terus Sayg ahh.. enak Sayg mentok banget ah..” racauku tak kalah hebatnya.

Akhirnya setelah aku menggenjot Nia selama kurang lebih 40 menit aku merasakan seperti ada yg mendesak ingin keluar dari bagian kemaluanku.


“Sayg, aku mau keluar Sayg”
“Mau di dalam atau diluar Sayg?” kataku.
“Bentar Sayg aku juga mau keluar lagi nih ahh..” desah Nia.
“Di dalem aja Sayg biar aku tambah puas” desah Nia lagi.
“Ahh.. sst.. Sayg aku keluar Sayg ahh..” racauku
“Barengan Sayg aku juga sampai ah.. ahh.. oh..” desah Nia.
“Ahh.. Sayg aku keluar Sayg ahh.. sst.. ohh..” desahku.
“Aahh” menyemprotlah spermaku sebanyak 9 kali.

“Emmhh..” saat itu juga si Nia mengalami orgasme….”Makasih ya Sayg” kata Nia sambil mencium bibirku mesra.



Setelah itu kita langsung membersihkan diri di kamar mandi dan didalam kamar mandi pun kita sempat ‘main’ lagi ketika kita saling membersihkan punya pasangan kita masing-masing tiba-tiba Nia jongkok dan mengulum punyaku kembali dan au dalam posisi berdidi mencoba menahan nikmatnya. Namun aku tak tahan menahan gejolak yg ada maka aku duduk di ws dan Nia duduk di atasku dgn posisi menghadapku dan dia memasukkan kembali kemaluannya kedalam kemaluannya.


“Bless.. ahh.. sst.. enak Sayg ahh..” racaunya mulai menikmati permainan.
Namun setelah 15 menit aku merasa bosan dgn posisi seperti itu maka aku suruh memutar badannya membelakangi aku dan aku angkat perlahan tanpa melepas kemaluanku dan aku suruh Nia menungging dgn berpegangan pada tepian bak mandi dan ketika dia menungging langsung aku genjot maju mundur sambil meremas-remas buah dadanya yg mengayun-ayun.

“Ah.. Man aku mau keluar Man..” desahnya.


“Man aah..”, terasa cairan orgasme Nia kembali membasahi kemaluanku.
Karena kondisi Nia yan lemas maka aku memutuskan untuk melepaskan kemaluanku dan Nia melanjutkannya dgn mengulum kemaluanku hingga akhirnya..

“Ni aku mau keluar Sayg.. ah..”, Sambil kutekan dalam-dalam kepalanya ke arah kemaluanku sehingga terlihat kemaluanku amblas semua ke mulutnya yg mungil itu.



Dan ketika Nia menyedot kemaluanku maka.. “Ah.. Ni..” akhirnya aku semprotkan seluruh spermaku ke mulut Nia dan aku lihat Nia menelan semua spermaku tanpa ada yg tumpah dari mulutnya bahkan dia membersihkan kemaluanku dgn menjilati sisa-sisa seluruh sperma yg ada.



Setelah itu kita saling membersihkan badan kita masing-masing dan kita kembali ke kamar dgn badan yg sama-sama telanjang bulat dan kita tiduran sambil berpelukan tanpa sehelai benang pun yg menutupi badan kita dan kita saling mencium dan meraba serta ngobrol-ngobrol sejenak.


Tanpa terasa kita sudah berada di rumahku hampir selama 4 jam. Maka akhirnya kita mengenakan baju kita masing-masing dan setelah itu aku mengantarkan Nia pulang ke kostannya di daerah Blok M dan berjanji untuk saling menghubungi. Hingga saat ini diturunkan kita masih sering melakukan hubungan 

Sabtu, 12 Agustus 2017

Gadis Cina Bergairah sampai Basah

Gadis Cina Bergairah sampai Basah


Cerita Seks – Ketika makan siang bersama (saat itu kira-kira 6 orang termasuk nirmala) dengan kendaraanku menuju salah satu rumah makan di daerah sabang. Pas memilih meja langsung menuju meja tapi aku agak terburu-buru atau si ahung yang terburu-buru sehingga terjadi tabarakan tanpa sengaja antara aku dan ahung. Hidungnya yang tidak begitu mancung menempel pada hidungku yang mancung banget. Tubuhnya tinggi bila dibanding wanita biasa kira-kira 170 cm plus sepatu, soalnya tubuhku juga sekitar itu, secara reflek aku memeluknya karena takut terjatuh. Dalam dekapanku terasa harum parfum mahal dan ternyata memang mahal yang membuat darahku berdesir mengalirkan hawa naafsu hingga keubun-ubun.

Setelah makan siang kamipun kembali kekantor dengan tidak membawa hubungan serius setelah kecelakaan tadi. Kira-kira setengah jam akan berakhir jam kantor aku hubungi dia lewat telephone untuk mengajak nonton dan kebetulan filmnya bagus sekali.. eh ternyata dia setuju kalau nontonnya hanya berdua saja.

Selama dalam perjalanan dari kantor ke tempat tujuan kami ngobrol ngalorngidul tidak karuan dan tertawa dan kutanya apakah dia sudah punya pacar? dijawab baru putus tiga bulan yang lalu makanya dia memutuskan untuk mutasi ke tempatku sambil mengepulkan asap rokoknya. Kupikir dia ini lagi labil dan kebetulan sekali aku mau mendekatinya, kuparkir kendaraanku di halaman pelataran parkir Jakarta Theatre.

Setelah membeli karcis dan makanan kecil kami masuk ke dalam gedung yang masih sepi… biasanya juga sepi sih…. aku mengambil posisi di tengah dan boleh pilih tempat kata penjaganya… Sesaat filmpun dimulai… tanganku mulai menyentuh tangannya… dia masih membiarkan.. mulailah pikiran kotorku… kuremas secara halus…. dia hanya membalas dengan halus….Kudekatkan wajahku ketelinganya… nafasku mulai masuk melalui lubang telinganya yang sedikit terhalang oleh rambutnya yang harum…

kuberanikan untuk mencium leher… dia hanya mendesah aaahhhhh…… kuarahkan ke pipi lalu ke mulutnya….. pertama kali dia menutup mulutnya tetapi tidak kuasa untuk membukanya juga karena aku terus menempelkan mulutku pada bibirnya…. ssssshhhhh……Tanganku tetap meremas jemari tangannya lalu pindah ke leher dan sebelah lagi ke pinggang… lama kelamaan naik ke buah dada yang masih terbungkus oleh pakaian seragam kantor… lidahku mulai memainkan lidahnya begitu pula sebaliknya…. kuperhatikan maatanya mulai terpejam… jemarinya mulai agak kuat meremas tubuhku…. kami tidak memperhatikan lagi film yang sedang diputar soalnya lagi asik sich….


Aku raba kebagian paha…. tetapi terhalang oleh stokingnya yang panjang sampai perut… sudah tidak sabar aku untuk meraba kemaluannya… dia menarik tanganku agar jangan meraba barangnya… kuraba terus akhirnya dia mengalah…. kubisikan untuk melepaskan stockingnya.. kami lepas semua permainan sejenak… hanya untuk melepas stocking yang dia pakai…

setelah itu kembali lagi ke permainan semula…. kurogoh dengan tanganku yang kekar dan berbulu selangkangannya yang masih terbungkus dengan cdnya… tanganku mulai kepinggulnya.. eh.. ternyata dia memakai cd yang diikat disamping….. kubuka secara perlahan agar memudahkan untuk melanjutkan kememeknya… yang terdengar cuma suara nafas kami berdua…..

sampailah aku kepermukaan pusar lalu turun kebawah…. betapa kagetnya aku raba-raba ternyata bulunya hanya sedikit… kulepas mulutku dari mulutnya dan bertanya sama dia …hung….. bulunya dicukur ya…. bukan jawaban yang aku terima tetapi tamparan kecil mendarat dipipiku… plak….. kulanjutkan lagi…. sampai akhirnya film sudah akan selesai….

Kubisikan lagi.. “saya ikatkan lagi ya..hung….” tidak dijawab.. kuikatkan kembali… filmpun berakhir kita semua bubar……Melangkah dianak tangga ke tujuh… dia menarik aku lalu membisikan “gung… talinya lepas….” buru-buru aku pepet samping kiri pinggulnya agar orang tidak menyangka… turun lagi keanak tangga kesembilan eh dia bisikan lagi “gung satunya juga…..

kamu sih.. ikatnya ‘nggak kencang…” sory dech kataku… akhirnya dia menuruni tangga dengan merapatkan kaki dan memegang samping kiri karana roknya… cepat cepat aku ambil mobil sementara dia berdiri menunggu… “sampai juga akhirnya…….” kita berdua hanya cekikikan saja…

“Mau kemana lagi kita sekarang….” kataku terserah aja soalnya mau pulang males… lagi ribut sama mama…. lalu kupercepat laju kendaraanku menuju pondok tirta di halim… langsung masuk kekamar…Ngoborol-ngobrol sebentar… lalu aku kekamar mandi untuk pasang kondom.. dan kembali lagi terus kuciumi dia sampai ‘nggak bisa nafas …eeeggghhhhh…… sambil mencabut mulutnya…. pelan-pelan dong…. mulailah aku menciumi secara perlahan sambil membuka baju dan behanya.

Teteknya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil… tetapi pentilnya masuk kedalam… kuciumi teteknya… sssshhhhh…… sambil menjambak rambutku. kumainkan lidahku di putingnya yang satu sementara yang satu lagi aku mencari channel radio fm…. ssssshhhhhh……. dan nafas yang memburu. kuturunkan roknya lalu celana dalamnya dan kubaringkan ketempat tidur sambil terus menyusu…. sssshhh……ooohhh….. gung….. aku tak peduli dengan suara itu.

dan benar saja bulu jembutnya hanya sedikit dan halus-halus lagi.. kubelai-belai meski hanya sedikit… lalu kumainkan itilnya yang sudah basah … dia agak kaget…. aauuu….. keperhalus lagi permainkanku… mau kumasukan jemariku kememeknya tapi …aaauuu…. sakit gung…. lho anak ini masih perawan rupanya aku pikir…

Kujilati terus pentilnya sambil kubuka seluruh pakaianku… tampaklah dua insan manusia tanpa benang sehelaipun… dia memperhatikan kontolku sejenak…. lalu tertawa ngakak… hhhaaa… hhhaaa…. kenapa kataku…. “kayak penjahat yang difilm-film….” katanya…. lalu pelan pelan ku geser pahanya agar merengang… dan kuatur posisi untuk siap menerobos lubang memeknya… eeghhh… egghhh…. belum bisa juga…

dua kali baru kepalanya yang masuk…. aku tidak kehilangan akal… kujilat terus puting susunya dan secara perlahan ketekan pantatku agar masuk seluruh kontolku… dan ..sssssshhhhhh…. eeeeggghhhh….. sssshhhh… barulah masuk seluruhnya aku punya kontol…. dan mulai kuayunkan secara perlahan sekali… ssssshhhhhh….ssssshhhhh… aaakkhhhh….. hung….. gung……. hanya itu suara yang terdengar…..

makin lama makin cepat ayunan pantatku dan kurasakan seluruh persendianku mau copot…… sssssshhhhhh…. ooohhhh… my god…. katanya aku setop permainan sementara karena aku mau keluar jadi kuhentikan sesaat… eh dia malah membalikkan tubuhku…. kuatur posisi kontolku agar pas dilobang memeknya… dan …bbbllleeess… masuk lagi kontolku dalam lumatan memeknya yang masih kencang…..

dia menaikan dan menurunkan badannya… ssshhhh…. sshhhh….. aahhhh….. mulutku disumpalnya dengan susunya dan putingnya sudah menegang semua seperti kontolku yang menegang dari tadi….. ssssshhh… aaaaahhhhh…. ooohhhhh….. sssssshhh….. lima menit kemudian …. dia menjambak rambutku dan mejatuhkan tubuhnya ketubuhku…. gung……. aaaakkkkkhhhh……. gung……..ssssshhhhh…. rupanya dia mencapai klimaks…. dan aku merasakan kejutan dari lubang memeknya seperti empot ayam….. sssshhhhhh…. aaahhhhhh…… hhunnggg…….. pejuku nyemprot kedalam liang memeknya kira-kira empat atau lima kali kejutan….. yaaaahhhhhhh…..

Akhirnya kami berdua lemas dan bermandikan keringat….. sesaat tubuhnya masih menindih tubuhku…. dan kurasakan pejuku mulai mengalir dari lobang memeknya menuju keluar melalui batang kontolku kuciumi dia dengan mesra…. cup..cup…cup…. lalu dia menggeser kekasur…. kuambil sebatang rokok untuk kuhisap… ternyata dia juga menghisapnya….. aaahhh….. sambil memijat-mijat kontolku… “jangan dikepalanya…”

kubilang… emangnya kenapa??? katanya ….”Ngilu.. tau nggak….” …he… he… he… kutanya secara perlahan… hung… hhhmmmmm… katanya… cowok kamu dulu suka begini nggak…. nggak berani… katanya… jadi ini yang pertama aku bilang….. dia hanya mengangguk….. aku tidak memperhatikan kalau dikontolku itu ada tetesan darah dari memeknya…. dia berjalan menuju kamar mandi… lalu berteriak kecil…. aaauuuu…. kenapa.. kataku….

kencingnya sakit…. katanya…. lalu kami mandi berdua…. mebilas berdua…. dan membersihkan badan… tanpa terasa sudah jam delapan tiga puluh … kami memesan makan malam dan disantap tanpa busana…. setelah santap malam kujilati lagi puting susunya sampai menegang kembali….. tapi aku meminta untuk mengulum kontolku dai hanya menggeleng….. kuraba memeknya juga mulai bannnjjiiirrr…….

kubalikkan dia kuarahkan kontolku keliang memeknya dari belakang…. aaauu….. katanya kaget… dan ..dddhhuuutttt… bunyi dari dalam memeknya kita jadi tertawa lagi….. terus kuayunkan daari pelan sampai ngepot…… sssshhhhh… ssshhhhh… ssshhh… lalu dia minta aku berbalik dengan posisi terlentang sedang dia mulai menaki tubuhku sambil susunya disodorkan untuk dilumat lagi….. kuarahkan lagi tanpa melihat dimana posisi lobangnya… dan bless…. dia mulai mengayunkan tubuhnya… ssssshhhhhh….. sssshhhhh…… aaaahhhh……. gung…..

lima menit kemudian tubuhnya kembali mengejang dan aaaahhhhh……. gung……… sambil merapatkan tubuhnya ke tubuhku. kini giliran aku yang tidak bisa bernafas karena tertutup rambut…. kuhentakkan pantatku kuat-kuat dan kuayunkan pantatku terus lalu…. sssssshhhhhhh….. hung……… pejuku yang kedua keluar……..Kami istirahat sejenak lalu mandi air hangat lagi dan kutengok jam tanganku sudah menunjukkan pukul sepuluh malam… lalu kuantarkan dia pulang kerumahnya dibilangan tebet timur….

Keesokan harinya kami bekerja seperti biasanya antara atasan dan bawahan…. tetapi dia menghubungiku …gung… masih sakit kalau kencing….. tuh sampai tadi pagi juga sakit…….. aku bilang nggak apa-apa….. tapi enak kan?? mau nambah…. dia bilang ..nanti…..

Kamis, 10 Agustus 2017

Model Ingin terkenal Dengan cara Menjual Tubuh Nya


Model Ingin terkenal Dengan cara Menjual Tubuh Nya

ceraita sex - Saya akan menceritakan pengalaman Sex Pribadi saya. Sebut saja namaku Arif ( nama samaran ), Aku adalah seorang fotografer profesional, aku sering memotret Bertemu model-model cantik dan memotret mereka dalam keadaan hot dan seksi, bagiku ini adalah sudah hal yang biasa. Kadang kala beberapa model seksi tersebut rela kusetubuhi demi mencapai ketenaranya mereka selain itu juga untuk memenuhi kepuasan lahiriahku. Kali ini aku akan menceritakan Kisah Sexku dengan model cantik bernama Fiola ( nama samaran ). Aku bertemu dengan Fiola ketika aku meliput pemilihan model di salah satu hotel bintang 5 di Jakarta. Sebagai fotografer yang sudah dikenal di kalangan artis papan atas, membuatku selalu mendapat sambutan setiap aku muncul di berbagai event. Ini mungkin yang membuat model baru seperti Fiola ikut hanyut akan kehadiranku di event itu. Ketika itu datang Fiola menghampiriku,


Hey mas boleh kenalan nggak perkenalkan namaku Fiola,”, sapanya dengan senyum manisyang menggiurkan,
“ Ouwh… Boleh boleh kog ”, jawabku kaget karena dia tiba-tiba saja muncul,

“ Kalau ada kesempatan aku mau dong mas jadi model untuk media Mas…hhe ,kalai aja ada kesempatan buwat aku mas …hhe”, ucap tawarnya padaku,

“ Hmmm… kok kamu bisa tahu sih kalau aku fotografer, emang kamu tahu darimana ? ”, kataku memancing Fiola,

“ Ah mas Arif, becandaanya bisa aja sih, siapa sih yang nggak kenal fotografer profesional kayak Mas. Di kalangan model Sexy, nama Mas kan sangat Famous ”, uacap Fiola nampak merayuku,

“ Kamu bisa aja deh Fi, Aku jadi nggak enak hati nih disanjung cewek secantik kamu,hhe. Oke deh Kalau memang kamu kepingin tampil di mediaku,kamu pasti tahu dong syarat utamanya, yang jelas kamu harus tampil sensual, kalau perlu tanpa sehelai benangpun ditubuh kamu…hhe, ” kataku dengan nada memancingmkepada Fiola,

“ Oke siapa takut, yang penting dijamin jadi gadis sampul ya ? Kalau dijamin aku mau deh, tapi foto itu cuma untuk file pribadi mas aja, dan jangan sampai dimuat di media masa atau situs internet ya Mas !!! ”, jawab Fiola dengan tegasnya,

Singkat cerita Setelah sepakat, akhirnya aku janjian pemotretan dengan Fiola di salah satu hotel Bintang 5 dijakarta. Telah kami sepakati pemotretan itu Pada hari Kamis. Ketika itu Fiola datang seorang diri. Mulailah Pemotretan di kolam renang, tentunya sambil ngetes kebenaran omongan Fiola. Ternyata omongan Fiola memang benar bisa dibuktikan, Daipun telah siap dengan mengenakan busana renang seksi dengan warna cerah dan itu semakin membuat Fiola nampak semakin menggairahkan saja, wow banget deh pokoknya,

“ Hey mas, Gimana kostumku ini okey kan ? ”, tanya Fiola padaku,

“ Sok pastilah Fiola gitu, Body kamu benar-benar oke, Aku nggak nyangka cewek secantik kamu punya nyali besar seperti ini ”, pujiku pada Fiola,

“ Kalau demi karier dan masa depanku, resiko apapun bakal aku ambil mas Mas…hhe ” tantang Fiola
“ Wuihh, mantap deh Fi tekadmu… Emang keluarga dan pacarmu mendukung kamu ? ” ucapku mencoba menggali lebih dalam tentang Fiola,

“ Demi karir aku mereka selalu suport aku kog Mas, Karena mereka memang membutuhkan uluran tanganku, Sehingga mereka tidak akan protes sedikitpun dengan langkahku”, jawabnya dengan wajah menunduk dihadapanku,

“ Ouwh gitu ya Fi… aku bisa bantu kamu Fi biar bisa tenar, tapi resikonya karena kamu mesti korban harga diri , initinya siap mental aja deh kamu ”, ucapku menarwan ketenaran padanya,

“ Nggk jadi masalah Mas ubntuku, yang penting Mas bisa mengorbitkanku menjadi model dan pemain sinetron terkenal ”, jawab Fiola dengan sungguh-sungguh,

“ Oke deh kalau gitu, sekarang kita mulai sesi pemotretan untuk sampul mediaku dulu di kolam renang ini, Setelah itu kita sesi pemotretan di room, gimana?”, kataku,

“ Siap bos, laksanakan ” jawab tegas Fiola,

Ketika itu pemotretan berlangsung sampai pukul 05.00, Pemotrtan itu menghabiskan 4 rol film isi 36, dengan berbagai gaya yang sangat menantang. Matahari mulai menghilang dari peredarannya, pemotretan di kolam renangpun aku akhiri dan dilanjutkan di kamar Hotel. Singkat cerita setelah selesai beristirahat dan makan malam, Fiolapun menawariku untuk sesi pemotretan lagi,

“ Mas, foto lagi yuk, aku masih fingin dipotret lagi nih, enaknya pakai baju apa nih Mas ? ” tanya Fiola padaku,

“ Hmmm… ngapain pakai baju, tadi kan udah 4 kostum kamu pakai, cari sensasi lain dong Fi, gimana”, ujarku menggoda,

“ Okey deh Mas, I’m alwayas Ready “ jawabnya,

Tidak kusang godaku tadi disambut serius oleh Fiola, dengan secepat kilat Diapun melucuti busananya. Aku sejenak terpanah melihat kemolekan tubuh Fiola, hampir saja kameraku terjatuh akibat aku terlalu terpanah oleh tubuh putih mulus Fiola yana ada di hadapanku,

“ Mas, kok bengong sih, ayo jadi foto lagi apa nggak !!! ”, ujar Fiola membuyarkan imajinasiku,

“ So… so.. Sori fi, yuk kita mulai !!! ” jawabku dengan tergagap,

Ketika itu suasana pemotretan dikamar hotel terasa semakin seru, karena Fiola adalah tipe model yang menuruti semua perintahku. Sehingga tanpa terasa 3 rol Film telah habis untuk memotretnya. Di saat aku mengarahkan Fiola dengan gaya tidur, secara tidak sengaja tangan Fiola menyentuh kemaluanku yang dari tadi telah menegang keras menantang,


“ Ihhh, apaan nih Mas, Kok kayaknya itu mas keras amat ? ”, tanya Fiola sambil memegang kemaluanku yang kencang sekali,

Akupun agak tergagap menanggapi reaksi sensitif dari Fiola,

“ Hehe, Iya nih nggk tahu kenapa tiba-tiba kemaluanku mengeras begitu saja, Aku jadi nggak konsen nih motretnya, habisnya tubuh kamu indah sekali Fi. Baru kali ini aku melihat tubuh model bagus seperti in i”, rayuku kecilku pada Fiola,

“ Gombal deh mas kamu, aku yakin Mas sering melihat tubuh lebih indah daripada tubuhku,
kalau Mas Bilang tubuhku Indah, aku yakin Mas meledekku deh ”, katanya agak sedikit merajuk,

“ Aku ‘kan mesti motret dulu”, kataku sambil menelan ludah,

“Buktinya Mas dari tadi, diem aja. Nyentuh tubuhku aja nggak, kalau memang tubuhku Indah, dari tadi Mas kan udah menyerangku”, kata Fiola nakal,

Tanpa dikomando lagi, aku menyerang Fiola dengan ganas. Fiolapun memberikan perlawanan lebih ganas. Fiola langsung menncopoti celana dan bajuku,

“ Mas, kalau memang kepingin ngomong aja sih, Jangan ditahan, jadinya nggak baik Mas. Kayak gini, laharnya meleleh di celana, kan mubazir jadinya Mas… hha”, kata Fiola sambil melahap kemaluanku dengan lahapnya.


Tak lama Fiola mengkulum kemaluanku Spermakupun dengan cepatnya keluar dengan kencangnya, karena aku sudah horny dari awal pemotretan siang, Spermakupun tertelan oleh Fiola,

“ A…a.. ahhhh.. Sperma Mas ketelen nih sama aku, asin-asin gimana gitu gitu mas”, kata manjanya setelah menelan spermaku,

Kemudian aku lunglai tak berdaya. Dengan sabar Fiola menyeka seluruh daerah kemaluanku. Seusai menyeka, Fiola mengocok-ngocok kemaluanku dengan nafsunya,

“ Horee… adek mas Arif bangun lagi ”, sambut Fiola sambil menjilati ujung senjataku,
“ Wahhh, Kamu pinter banget ya bisa cepet bangunin Adeku ini…”, ujarku dengan suara parau karena gairah seksku membara lagi,

Sedotan Fiolapun semakin mantap dan lahap, imajinasiku kian melayang. Tanganku kemudian menyambar gunung kembar yang dari tadi belum sempat kuremas-remas. Begitu gunung kembarnya kuremas, Fiolalangsung terpancing.
“ Mas, ciumi payudaraku dong ”, pinta Fiola dengan manjanya,

Dengan Cepat akupun segera melahap payudara Fiola yang kenyal, montok dan meremas-remasnya,

“ Uhhhh… ahhhhh… Enak mas… Sssss…. Ahhhh… Aku nggak tahan lagi mas … ”

Tanpa menjawab akupun menghentikan kulumanku dari payudara Fiola kemudian aku,

“ Fi 69 yuk ah !!! ”, pintaku,

Belum sempat fiola menjawab aku langsung menindih tubuh Fiola sehingga membentuk 69, lalu akupun langsung menciumi liang Vagina Fiola,

“ Sss…ahhh… eum…enak mas … ahhhh… aku nggak tahan lagi nih mas ahhhh… aku keluar mas …. Aaahhhhhh…”, ujar Fiola nampak sudah mendapatkan Orgasmenya,

Kemudian aku membalik badan, sehingga kami saling berhadapan. Fiola langsung tersenyum dan langsung menyambar bibirku, kami pun kemudian berciuman dengan hangat,

“ Mas, buruan tancapkan Keris mas ke Vaginaku, aku pingin tahu seperkasa apa Keris mas ”, kata Fiola menggodaku,

Kemudian kemaluankupin kuarahkan ke liang Vagina yang dari tadi menunggu disodok, biar laharku keluar kian deras,

“ Eughhhhh… Ssss… ahhh… “ teriak Fiola sambil mengigigit bibirnya ketika aku menancapkan Kemaluanku,

Sodokanku pelan-pelan kutekan semakin dalam hingga membuat mulutnya menganga dan memainkan lidahnya. Kemudian aku menyambar lidah Julia, dan goyangan demi goyangan terus kutingkatkan,

“ Mas, genjot yang keras lagi dong, ak.. ku mau kel.. uar lagi”,

Genjotan aku tingkatkan hingga membuat Fiolasampai ke puncak kenikmatan,

“Aduuh.. Akk, Mas! Aku keluar lagi..”, Fiola memang orgasme untuk kedua kalinya, sementara kemaluanku masih mengacung,

“ Ahhh…. Mas belum keluar ya… Ssss… ahhhh… ? ” ujar Fiola,

“ Iya aku belum keluar nih Fi … ahhhh “ jawabku,

Tanpa diminta, Fiola langsung naik dengan posisi duduk diatasku dan mengarahkan Liang Vaginanya ke Penisku Goyangan Fiola kian liar, ketika dia berada di atas perutku. Ini membuat rasa nikmatku kian memuncak dan,

“ Ahhhh… Yah …aku keluar lagi deh Mas ” kata Fiola,

Mendapat reaksi orgasme Fiola, membuatku terpancing dan membalikan tubuh Fiola sehingga posisi fiolapun sekarang berbalik di bawahku. Dengan cepat aku memasukkan kemaluanku lagi yang masih tegang menantang karena belum orgasme,

“ Ahhhh… ohhhh… Mas terus, terus.. Terus Mas.. Yang kenceng pas genjot Vaginaku” ujar Fiola,

Mendapat support dari Fiola akupun meningkatkan kecepatan sodokanku ke Vagina Fiola,

“ Uhhh… Ssss… ahhh… Ohhhh… a… aku mau keluar Fi … sss… ahhhh…”, kataku dengan nada tidak karuan karena merasakan kenikmatan di lubang nikmat Fiola,

Tidak lama setelah aku menambah kecepatan sodokan Kemaluanku, terasa Kemaluanku mulai berdenyut-denyut dan …

“ ahhhhhhhhhhhh…. Crot… Crot… Crot… Crot… “

Keluarlah spermaku untuk yang kedua kalinya yang dari tadi sudah tertahan di dalam batang kemaluanku. Spermaku menyembur dengan kuatnya didalam Vagina Fiola, sehingga membanjiri Vagina Fiola. Terkulai lemaslah aku masih dengan posisi Penisku menancap didalam Vagina Fiola sembari memberi kecupan-kecupan kecil pada Fiola.

Singkat cerita setelah berhubungan Sex kamipun tetidur pulas dengan posisi masih telanjang bulat didampingi dengan lendir-lendir nikmat kami yang masih menempel ditubuh kami. Sungguh luar biasa Fiola Foto Model Hot baru ini. Sejak kejadian malam itu kamipun sering melakukan Hubungan Sex diselah-selah pemotretan Fiola, Dan seminggu kemudian foto Fiola muncul di tabloidku dan menjadi Foto sampul tabloidku. Sekian cerita Kami

Rabu, 09 Agustus 2017

DASAR TUKANG SELINGKUH,GAK IBU ATAU ANAK SAMA SAJA

DASAR TUKANG SELINGKUH,GAK IBU ATAU ANAK SAMA SAJA
aku menikah dengan usia yang relatif muda, yaitu 25 tahun dan istriku 22 tahun. Aku bersyukur bisa memperoleh istri yang cantik dan tubuh yang seksi dengan dada yang menantang dan pantat yg sekal, tapi bukan itu alasanku memilih dia tapi kebaikan dan ketaatannya dalam beribadah yang membuatku yakin dengan pilihanku.Karena menikah dengan usia muda dan karir masi pemula membuat kami belum mampu membeli rumah sendiri, sehingga kami pun ngontrak rumah dipinggiran kota. Itu pun tidak lama karena mertuaku menyuruh kami tinggal bersama mereka. Karena berbagai pertimbangan kami pun setuju tinggal di rumah mertuaku.Mertuaku tinggal di rumah berdua, dan mereka mempunyai toko yang terletak tidak jauh dari rumah. Mereka mempunyai 2 karyawan wanita sebagai penjaga toko, dan 2 karyawan laki-laki berusia remaja (sekitar 18 tahun) bernama yusup.Ibu mertuaku masih relatif muda yaitu 40 tahunan dengan badan agak gemuk dan dada yang besar.Wajahnya masih cantik untuk ukuran usianya. Bapak mertuaku juga masih terlihat tegap.Tidak ada yang aneh hingga peristiwa itu terjadi.

Saat itu aku pulang siang dari kantor karena kepalaku sakit sekali. Tiba di depan pintu rumah, terlihat rumah sangat sepi. Karena memiliki kunci aku bisa masuk dengan leluasa. Langsung menuju kamarku, tetapi ketika aku hendak melewati dapur terdengar suara-suara mencurigakan dari dapur.dengan mengendap-endap aku menuju dapur. Dadaku langsung berdegup kencang melihat pemandangan yang kulihat.Kulihat ibu mertuaku meronta-ronta dalam pelukan pria yg aku tau itu bukan bapak mertuaku.Tadinya aku ingin bertindak menghajar laki-laki itu, tapi entah kenapa aku hanya terdiam saja.Laki-laki itu dengan kasar meremas dada mertuaku yang saat itu memakai daster dengan tali yang kecil hingga ketiaknya terlihat. Tangan itu kemudian menurunkan tali dan BH sehingga menyembul dada besar mertuaku. Tangan laki-laki yang semula meremas berganti memilin puting susunya.Jangan Sup, ibu kan udah tua”, kudengar mertuaku bicara ditengah desahannya, dan tangannya mendorong pelan dada laki-laki itu, yang bernama yusup!

dfgtjdfgk

DASAR TUKANG SELINGKUH,GAK IBU ATAU ANAK SAMA SAJA

Ya yusup, karyawannya yang masih muda, aku takjub berani juga anak itu!, batinku.habis, bodi ibu seksi bgt, apalagi toketmu. Jadi ga tahan pengen ******* ibu’ ujar yusup, sambil tangannya kini bergerak menyingkap kan daster, sehingga paha putih dan cd krem berenda mertuaku terlihat jelas.Yusup kemudian berlutut dan memelorotkan cd mertuaku ke bawah sehingga muncul bulu-bulu jembut mertuaku yang rimbun. Yusup langsung melahap vagina mertuaku yang terpampang, menjilat dan mengigit kecil itil mertuaku.Nafas mertuaku semakin tak beraturan, matanya merem melek, kemudian badan bergetar, sepertinya dia sedang memperoleh kenikmatan yang dahsyat.Tiba-tiba mertuaku menarik kepala yusup. “cepet masukin sebelum suamiku datang!” bisik mertuaku. Yusup dengan cepat membuka celana jeansnya dan sedikit menurunkan cdnya hingga mengacung batang ****** yang ingin segera masuk ke sarangnya.Mertuaku tampaknya tidak ingin buang-buang waktu, dia segera mendorong yusup hingga terlentang, batang kejantanan yusup digenggam kemudian dijilat dan dikulum sebentar.

Tak lama kemudian mertuaku naik ke badan yusup lalu meraih ****** yusup kemudian diarahkan ke lubang vaginanya. Bless… ****** yusup pun amblas ke dalam.Bagaikan joki yg sedang menunggangi kuda, mertuaku bergerak liar menggoyang pinggulnya, sementara yusup mendesis keenakan. Hingga ‘saya mau keluar bu’ desis yusup, “ibu juga! … Aaakh…” kedua tubuh mereka mengejang dan “croot…croot..”. Mereka terdiam beberapa saat menikmati sisa-sisa kenikmatan yang ada. Kemudian ambruk bersama-sama.ayo cepat kamu balik lag ike toko, nanti suamiku nyariin!”.. Kata mertuaku perlahan pada yusup. Yusup pun bergegas merapikan celana Kemudian mencium kening mertuaku “terima kasih ya bu…”. Mertuaku tak menjawab, hanya terdiam mengumpulkan nafas setelah pergumulan tadi. Yusup pun segera keluar, saat mertuaku masih terlentang dengan daster acak-acakan. Sementara aku juga bengong dan dalam keadaan horny berat.Pikiranku berkecamuk, antara horni pengen ikut ******* mertuaku dengan kesetiaanku pada istriku.
Sementara ibu mertuaku masih merapikan bajunya yang acak-acakan. Dengan gemetaran karena pikiran yang campur aduk, aku mendekati mertuaku, “birahiku juga harus disalurkan!, aku akan ******* ibu mertuaku” tekadku saat itu, tapi dasar sial, saat aku sudah mau bergerak. Pintu depan terbuka dan terliat bapak mertuaku datang masuk ke rumah. Membuyarkan keinginanku.Ibu mertuaku ternyata pandai juga bersandiwara, dengan suaminya dia berlaku seolah tidak terjadi apa-apa, 5 menit yg lalu!Aku langsung masuk ke kamar dengan kepala yang makin pusing, kepala atas dan bawah.Sejak peristiwa itu, aku jadi semakin memperhatikan ibu mertuaku. Gak kusangka, dibalik ketelatenannya mengurus suaminya ternyata dia tega menghianatinya dengan perselingkuhan, yang entah sudah berapa kali dilakukan. Berapa kali? Dengan siapa aja?Pertanyaan ini lebih menarik untuk kucari tau ketimbang aku ikut menghianati istriku dengan berselingkuh dengan ibu mertuaku.Diam-diam aku membeli perlengkapan kamera yang kupasang dibeberapa tempat strategis dirumah mertuaku.

sdrfhsdfhsdf

DASAR TUKANG SELINGKUH,GAK IBU ATAU ANAK SAMA SAJA

kupasang juga alat perekam sehingga aku tetap bisa melihat apa yang terjadi ketika aku di kantor.Ternyata bermanfaat juga.Kejadian pertama terjadi didapur lagi, dan terbilang sangat nekat.Siang itu ibu mertuaku sedang menyiapkan makan siang u/ suaminya. Seperti biasa, ibu mertuaku menggunakan daster yang sangat tipis, berwarna kuning tanpa menggunakan bra, sehingga toket besarnya terlihat mengacung besar dengan lingkar puting coklat yang tercetak membayang.Bagian ketiaknya terlihat longgar sehingga dari samping sering terlihat gundukan toket yang sangat menggairahkan.Sementara itu tampak yusup sedang membantu bapak mertuaku membetulkan kabel lampu yg putus karena digigit tikus. Terliat Ibu mertua dan yusup, sering curi-curi pandang dan melemparkan isyarat-isyarat khusus disaat bapak mertuaku lengah. Seperti ibu mertuaku mengurut-ngurut mentimun dengan gerakan seolah-olah mengocok penis, yang dibales yusup dengan gerakan tangan seperti meremas toket. Sepertinya mereka sudah sangat horni. Tanpa diduga, bapak mertuaku bergerak pergi ke kamar mandi, mungkin karena ingin buang hajat, dan biasanya bisa berlangsung hingga lebih 15 menit.

Sesaat bapak mertuaku masuk ke kamar mandi, yusup bergerak cepat mendekati ibu mertuaku dan memeluknya dari belakang.Bagai orang kelaparan mereka berciuman dengan buas, tanpa peduli bahwa bapak mertuaku berada dikamar mandi yang terletak hanya beberapa meter dari tempat mereka.Tangan kanan yusup bergerak masuk ke balik daster melalui bagian ketiak yang longgar kemudian meremas toket yang sudah dari tadi menggodanya.Tangan kirinya menelusup ke selangkangan dan menggosok-gosok memek mertuaku yang sudah sangat basah.Mendapat serangan seperti itu, ibu mertuaku melenguh kenikmatan, tangannya bergerak merangkul leher yusup dan mendorong kepalanya hingga mereka bisa berciuman lebih ganas.Ibu mertuaku berbalik menghadap yusup dan bersandar pada meja dapur.Mereka kembali berciuman dengan ganas, toket mertuaku tersembul yang langsung disedot dan digigit-gigit kecil oleh yusup, sementara tangan satunya lg memilin-milin puting.Tangan mertuaku bergerak ke arah selangkangan yusup dan meremas tonjolan batang dibalik celana katunnya.

Kemudian membuka ruitsletingnya, merogoh cd dan menggenggam batang kejantanan yusup, kemudian mengocoknya secara perlahan.Mengetahui waktu yang dimiliki tidak banyak, ibu mertuaku tidak mau banyak membuang waktu, setelah Yusup memelorotkan cd mertuaku, dia segera mengarahkan rudalnya ke nonok mertuaku. Bless… Mulut mertuaku menganga menerima desakan batang yusup yang keras dan hangat pada vaginanya yang sudah basah. Yusup mendiamkan kontolnya diam sesaat merasakan remasan vagina mertuaku dan kemudian memompanya secara liar, sebelah kaki mertuaku melingkar ke badan yusup, memberikan akses penetrasi yang leluasa. Mulut yusup sibuk bergantian mencium bibir mertuaku dan menghisap serta mengigit-gigit toked montok mertuaku.Tangan yusup meremas gemas toket yang tetap diiringi gerakan maju mundur pantatnya untuk melesakkan batangnya dan memberinya kenikmatan duniawi tanpa mempedulikan bapak mertuaku, suami dari wanita yang sedang ia setubuhi berada di kamar mandi yang tak jauh dari tempat mereka *******.Kini mereka telah merubah posisi, ibu mertuaku menghadap ke meja, sementara yusup menyodoknya dari belakang.

sdfhsdjsdj

DASAR TUKANG SELINGKUH,GAK IBU ATAU ANAK SAMA SAJA

dengan posisi itu, toket mertuaku menggantung bebas dan bergoyang-goyang seiring dengan pompaan yusup dari belakang. Dengan posisi itu tidak berlangsung lama karena yusup kemudian mengejang dan meningkatkan pompaanya, hingga akhirnya ambruk dengan menyemprotkan sperma yang berceceran dilantai.Mereka terdiam sesaat, yusup masih memeluk tubuh mertuaku, batangnya masih menancap, membiarkan sisa-sisa kenikmatan yang ada. Tangan yusup masih meremas-remas pelan toket mertuaku kemudian mereka berciuman mesra layaknya pasangam kekasih.Tak lama, mereka sadar bahwa bapak mertuaku akan segera keluar, mereka buru-buru merapikan pakaian dan rambut, tak lupa melap sisa cairan senggama yang berceceran tadi.Bapak mertuaku memang punya kebiasaan BAB yang lama, seperti saat itu, dia melewatkan persetubuhan kilat istri dengan karyawannya.Sementara aku hanya berani melihat dan menikmati itu semua, tanpa keberanian melaporkan ke bapak mertuaku atau mungkin ikut mencoba mencicipi ibu mertuaku yang semakin hari semakin menggairahkan dimataku.

Tetapi entah kenapa dengan hanya melihat perselingkuhan itu aku sudah cukup puas, dan dengan bantuan kamera tersembunyiku, hasratku cukup terpuaskan, berkali-kali kulihat pergumulan mertuaku dengan yusup melalui kameraku.Perselingkuhan ibu mertuaku berlangsung berkali-kali, diantaranya sering sekali nekad.. entah mungkin mereka makin bernafsu bila resiko ketahuan makin tinggi.. Sering kulihat ibu mertuaku mengusap-ngusap batang yusup padahal suaminya sedang didepan mereka yang tengah mengerjakan sesuatu.Berkali-kali aku berpikiran untuk memanfaatkan kameraku untuk bisa ikut mengentot mertuaku, tetapi rasa takut dan sayangku pada istriku berkali-kali itu juga menghalangi niatku. Hingga terjadinya peristiwa itu…Seperti biasa, setiap hari sabtu-minggu aku ngga kerja dan biasanya diisi dengan kegiatan bermalas-malasan dan tidur-tiduran dikamar sambil nonton tipi. Seperti juga sabtu itu, sementara itu istriku masuk kerja.Karena malamnya begadang nonton tipi hingga pagi hari, otomatis pagi hingga siang kuisi waktu dengan tidur.

Bangun tidur, rumah dalam kondisi sepi, mertuaku mungkin sedang ditoko. Ingat mertuaku aku jadi penasaran apakah ada kejadian yang seru hari itu yang terekam dalam kameraku.Aku mulai memainkan rekaman video dari berbagai ruangan rumahku pada hari itu. Kulihat mertuaku tidak ada, cukup mengecewakan, yang ada hanya ruangan yang kosong. Tetapi tidak lama kulihat pintu rumah terbuka dan terlihat istriku masuk ke rumah, dan ternyata dia tidak sendiri, dia bersama 3 orang lainnya, 2 orang perempuan dan 1 orang laki-laki. mereka cukup kukenal sebagai teman kantor istriku.Teman wanita istriku bernama Indri dan Fitri, mereka cukup menarik, Indri agak tinggi dengan kulit putih mulus dengan dada yang padat, sementara Fitri lebih pendek tapi jauh lebih montok dengan dada berukuran ekstra. Tetapi yang paling cantik tetap istriku, dengan tinggi yang pas serta dada yang montok membuatku merasa menjadi pria yang sangat beruntung. Mereka menggunakan seragam kerja blazer dan rok span selutut kecuali istriku yang menggunakan pakaian yang menutup dari mulai rambut hingga tumit kaki.Sementara Johan kulihat lebih pendek dari istriku dan berbadan kurus.

sdhfsdfhsfh

DASAR TUKANG SELINGKUH,GAK IBU ATAU ANAK SAMA SAJA

Tampaknya mereka sedang mendiskusikan pekerjaan mereka, istri dan kedua teman wanitanya tampak membacakan sesuatu dan Johan, satu-satunya laki-laki yang ada kebagian mengetik.Setelah berdiskusi beberapa lama, kulihat kedua teman wanita istriku tampak pamit untuk pergi, hingga tinggal istri dan johan yang ada di ruangan itu. Aku mulai berdebar, karena menduga-duga hal yang akan terjadi selanjutnya.Johan masih sibuk mengetik, sementara istriku tampak menyiapkan minuman untuknya.Johan tampak celingukan melihat-lihat keluar, kemudian ngomong sesuatu pada istriku.Istriku terlihat tersenyum kemudian menuju pintu rumah kemudian menutupnya!.Jantungku makin berdebar-debar, terutama setelah kulihat istriku duduk merapat pada johan yang masih mengetik.Adegan selanjutnya membuatku terkesiap !.Johan memegang telapak tangan istriku kemudian menariknya dan menaruhnya diselangkangannya. Istriku menarik tangannya.. tetapi kulihat Johan tampaknya membujuk istriku, istriku terlihat bimbang, kemudian beranjak dari tempatnya pergi menuju kamar, ya kekamarku, dia membuka pintu sebentar kemudian menutupnya kembali.
Saat itu, siang tadi aku tertidur dengan lelapnya hingga tidak menyadari yang terjadi di ruang tamu.Dari kamar, istriku kembali ke ruang tamu tempat Johan berada. Melihat istriku datang, tampak Johan menanyakan sesuatu pada istriku dan entah dijawab apa karena aku tidak bisa mendengar suara mereka. Istriku kembali duduk disamping Johan, dan laki-laki itu mengulang kembali perbuatannya tadi, dia menarik tangan istriku kemudian mengusap-usapkan tangan istriku ke tonjolan selangkangannya!Kali ini istriku tidak menariknya tetapi malah bergerak mengusap-usap tonjolan selangkangan Johan. Merasakan nikmat, Johan berhenti mengetik sesaat kemudian melanjutkan pekerjaannya. Gila.. Johan mengetik di laptop sementara istriku memberi servis tambahan yaitu mengusap-usap batang kejantanan Johan yang kulihat semakin menonjol seolah-olah meronta ingin dikeluarkan dari celananya.Sesaat kemudian Johan membuka resletingnya, dan muncullah batang penis yang kulihat cukup gemuk apalgi bila dibandingkan badannya yang kurus.

panjangnya tidak seberapa, bahkan bila kubandingkan masih jauh lebih besar dan panjang punyaku !Tangan istriku bergerak mengambil bantal kursi untuk menutup penis Johan, dan meminta johan memegang bantal itu. Kemudian terlihat tangan istriku naik turun mengocok penis Johan.Jantungku berdegup kencang dan tubuhku gemetaran melihat pemandangan itu, Istriku mengocok penis lelaki lain! bukan cuman itu dia melakukannya di rumah!!! Tak tahan dengan kocokan istriku, Johan berhenti mengetik kemudian bersandar dikursi matanya terpejam menikmati servis yang dilakukan istriku.Tangan johan mulai bergerak, mengelus-elus punggung istriku yang masih dalam posisi duduk dan celingukan melihat-lihat keadaan mulai dari melihat ke arah jendela rumah hingga sesekali melihat ke kamarku, mungkin untuk memastikan aku tidak bangun.Tidak berhenti hanya dipunggung, tangan johan bergerak ke depan kemudian mengelus-elus toket istriku dari luar bajunya. Istriku terlihat sesekali merem kemudian membuka matanya untuk kembali melihat-lihat keadaan.Tangan johan sudah bergerak masuk ke balik bajunya, kemudian merogoh toket dibalik Bra dan meremas-remasnya.

dgjsdfjsdfjsdfj

DASAR TUKANG SELINGKUH,GAK IBU ATAU ANAK SAMA SAJA

Karena kesulitan, Johan bergerak membuka kancing kemeja seragam PNS istriku, istriku semula menahan tetapi kemudian Johan membisikan sesuatu hingga akhirnya membebaskan Johan membuka 2 kancing atasnya, dan menyingkap bajunya, hingga terlihat toket istriku yg masih terbungkus bra hitam berendra sehingga tampak sangat kontras dengan toket istriku yang putih mulus.Toket kenyal dan montok yang merupakan toket kebanggaanku itu kini diremas-remas oleh lelaki lain!!!Karena ukurannya yang besar, serta tersumpal oleh baju, toket itu tampak membusung dan sangat menggairahkan!dan johan pun tau itu.. tidak sabar dia segera membuka kait bra istriku yang terletak didepan. sehingga toket istriku menyembul dengan bebasnya.Johan langsung menjilat dan menghisap toket istriku, sementara penisnya masih dikocok oleh tangan mulus istriku. Kedua toket istriku dijilat dan dihisap secara bergantian.Istriku semakin merem keenakan, perasaan waspada yang tadi ada sepertinya sudah hilang, dia sudah tidak peduli lagi dengan sekelilingnya. Bibir merahnya merekah karena kenikmatan yang diperolehnya, yang kemudian disambut oleh deep kiss oleh Johan yang diiringi oleh permainan lidah.

Ciuman mereka cukup intens dan lama.Tangan johan bergerilya ke arah selangkangan istriku, mengusap-usapnya, istriku terlihat sangat menikmati usapan johan, terlihat dari pahanya yang dibuka semakin melebar.Istriku kemudian mendorong badan Johan hingga bersender ke kursi, kemudian istriku menunduk ke arah penis johan yang semakin tegak berdiri. yang kemudian tenggelam dalam lumatan mulut istriku. Istriku mengulum, menghisap dan menjilati penis gemuk dan hitam Johan, seolah-olah menikmati penis itu.Padahal denganku, suaminya, istriku sering sekali menolak untuk menghisap penisku.Istriku bergerak naik ke atas badan johan kemudian menyingkapkan rok panjangnya ke ujung paha hingga terlihat jelas paha putih mulus istriku, kemudian dia melucuti sendiri celana dalam yang dia pakai. Penis johan digenggam dan dikocok perlahan kemudian diarahkan menuju liang vaginanya.Istriku menggesek-gesekan penis itu ke mulut vaginanya, seolah-olah vaginanya gatal dan penis itu digunakan untuk menggaruknya.

dan kemudian bless.. penis itu amblas masuk seluruhnya ke vaginanya, kemudian terdiam, badan istriku melengkung menikmati gesekan penis johan kedalam vaginanya.Johan yang bersender di kursi dengan rakusnya melahap kedua bukit kembar istriku, sementara tangannya memegang pantat istriku untuk menaik turunkan pantat itu. Istriku pun menyambutnya dengan menaik-turunkan pantatnya, hingga terlihat jelas sodokan-sodokan ****** johan yang dibenamkan ke dalam memek istriku.sementara tangan istriku bertahan pada senderan kursi sehingga keseimbangan badannya terjaga.Istriku bergerak makin cepat begitupun Johan yang menaikan pantatnya, menginginkan penisnya terhujam makin dalam ke liang memek istriku.Gerakan naik turun pantat istriku untuk mengeluar masukan ****** Johan yang diiringi juga dengan gerakan johan, berlangsung semakin cepat dan cepat..!hingga mereka akhirnya terdiam dengan membenamkan kelamin mereka semakin dalam.. untuk menjemput puncak kenikmatan..!Istriku masih berada diatas johan untuk beberapa saat mereka berciuman…Pandanganku berkunang-kunang, kepalaku terasa berat melihat Istriku yang selama ini kubanggakan, baru saja bersetubuh sedang dengan lelaki lain.

MOHON DI SHARE YA SAMA TEMAN TEMAN NYA YANG HOBI BACA JUA


Selasa, 08 Agustus 2017

AKU SUNGGUH BERNAFSU KALI KALAU BERCINTA DENGAN TANTE KU SENDIRI

AKU SUNGGUH BERNAFSU KALI KALAU BERCINTA DENGAN TANTE KU SENDIRI
Namaku Robert. Usiaku 16 tahun ketika kejadian bersama adik ibuku bermula. Aku sudah duduk di bangku SMA kelas 1. Tubuhku sudah menjadi lebih tinggi, yaitu sudah mencapai 165 cm. Badanku tidak kurus dan tidak besar, biasa-biasa saja layaknya tubuh remaja yang cuma getol olah raga paling banyak seminggu 2 kali.Ketika aku masuk SMA, aku bahagia sebab, aku kebagian masuk sekolah siang. Artinya aku bisa bebas bersetubuh dengan tetanggaku yang bernama BU Suti. Bu Suti merupakan Binor seksi 50 tahun walaupun sudah punya 5 orang anak.dan kini cucunya telah bertambah menjadi 3. Tingginya 158 cm, susunya 32B dengan puting panjang sebesar kelingking, serta pantatnya bulat dan bahenol sekali.Namun, semua kurang sesuai dengan yang diharapkan. Makanya, persetubuhanku dengan Bu Suti jarang terealisasi. Sebab, adik ibuku yang berkuliah di kotaku kini tinggal bersama keluargaku. Kamarnya berada di samping kamarku.Adik ibuku ini biasa aku panggil Tante Cici. Dia orangnya baik sekali, perhatian, dan terbuka.Aku baru tahu, kalau kuliah itu enak karena dari seminggu cuma 4 hari berkuliah, sisanya libur karena tidak ada mata kuliah.

dfhdfgjgjf

AKU SUNGGUH BERNAFSU KALI KALAU BERCINTA DENGAN TANTE KU SENDIRI

Jadi Tante Cici sering berada di rumah menemani aku dan adik kecilku yang kini usianya sudah 3 tahun untuk bermain.Usia antara aku dan Tante Cici berbeda 7 tahun karena tante cici berumur 23 tahun. Makanya, walau baru sebentar tinggal di rumahku, aku dan tanteku cepat menjadi akrab. Tinggi badan Tante Cici lebih pendek sedikit dari Bu Suti. Mungkin 155/156cm. Tapi susunya yang bulat terlihat lebih menonjol dan lebih besar dari Bu Suti, mungkin sekitar 34C/D. Pantatnya cukup besar walau tidak sebahenol Bu Suti. Badannya sama langsingnya dengan Bu Suti.Rambut tanteku pendek sebahu sehingga lehernya begitu terlihat seksi.Aku pernah ketika itu, nyelonong membuka pintu kamar Tante Cici karena mau meminjam cd musik. Aku kaget sebab, Tante Cici hendak berganti baju. Terlihat ia hanya mengenakan kutang hitam serta celana dalam hitam yang melekat pada tubuhnya. Pemandangan yang menggiurkan sekali. Namun, aku pun menjadi malu dan langsung menutup kembali pintu kamarnya. Tanteku yang telah selesai memakai pakaiannya ke luar dan menghampiri aku yang sedang duduk di kursi sambil menonton tv.

Aku pun segera meminta maaf. Ia pun memaafkan dan berbuat seolah-olah kejadian itu tidak pernah terjadi sehingga membuatku menjadi lega.Setiap pagi seringkali aku melihat tanteku ini menyapu dan mengepel rumah jika sedang libur kuliah atau kuliah di jam siang. Aku sering melihat dua susu montoknya itu bergelayut di balik bajunya yang berbelahan dada rendah baik pada saat sedang menyapu rumah maupun pada saat ia mengepel. Sungguh pemandangan yang indah walaupun melihat hal itu membuatku tersiksa akibat harus menahan konak dan gelora birahi.Jika tanteku sedang menyapu atau mengepel rumah, aku sering iseng. Sengaja aku biarkan kakiku berada di lantai walaupun berkali-kali tanteku menyuruhku menaikan kaki ke atas kursi tempat aku duduk berdua bersama adikku tapi dengan sengaja aku tidak menuruti perintahnya. Hal tersebut sering membuat tanteku agak kesal walaupun tidak pernah ia marah. Malah ia sering mencubit paha jika aku sudah berbuat demikian. Sampai akhirnya ia sering mengklitiki pinggangku seusai mencubit pelan pahaku karena kenakalan dan sifat ke kanak-kanakanku.

Aku sering membalas mengklitiki pinggang tanteku sampai akhirnya kita berdua duduk sambil tertawa bersama sesudahnya. Ketika aku mengklitiki pinggangnya ia sering meronta ke sana ke mari sehingga, jari-jariku sering menyentuh susu montoknya secara tidak sengaja dan badannya sering pula berlabuh dipangkuanku akibat kegelian karena aku klitiki.Aku sering gelisah ketika badan tanteku yang sedang aku kelitiki menindih pahaku sehingga posisi badan bagian atasnya berada dalam pangkuanku.Posisi demikian membuatku gelisah sebab, aku takut kontolku yang mengeras tegang diketahuinya.Aku tidak pernah menyangka bahkan tidak pernah merencanakan untuk bersetubuh dengan tanteku yang tak lain adalah adik kandung ibuku sendiri. Selain seleraku lebih tertuju pada wanita tua seperti Bu Suti, aku pun menghormati ia sebagai adik ibuku. Tapi ternyata semuanya telah terjadi, aku menggauli tanteku hampir setiap ada kesempatan.Kejadian awal bermula ketika nenekku (ibu dari ayahku yang rumahnya tak jauh dari rumahku) pergi dengan membawa serta adikku untuk berbelanja.

sdfjhsdfghdfjdg

AKU SUNGGUH BERNAFSU KALI KALAU BERCINTA DENGAN TANTE KU SENDIRI

Maka, pada pagi itu rumahku sepi hanya tinggal aku berdua dengan tanteku. Ibu dan ayahku sudah berangkat bekerja pagi-pagi.Seperti pagi-pagi biasanya, tanteku menyapu lantai dan mengepel rumah. Aku yang duduk sambil menonton tv kembali iseng dengan tak mau menaikan kakiku. Tanteku yang menyaksikan ulahku itu langsung menyerangku.aduh Robert, kamu bandel ih!” ucapnya sambil mengeluarkan jurus mengklitiki pinggangku.Aku yang mendapat serangan tak tinggal diam, aku balas mengklitiki pinggangnya.Ia tertawa kegelian sambil menggelinjang tak karuan. Akhirnya ia memeluk pinggangku erat dengan kepala berada tepat di perutku. Posisi demikian membuat kontolku yang sudah tegang dan keras tertindih oleh susunya yang montok. Sungguh membuat darahku berdesir. Birahiku menjadi naik namun masih dapat aku kendalikan.Masih dalam posisi demikian, tanteku akhirnya menyerah dan memintaku menghentikan mengelitik pinggangnya. Aku pun berhenti. Ia kemudian melepaskan pelukannya pada pinggangku.

Lalu ia bersandar di kursi sambil terengah-engah kecapean akibat dikelitiki. Tampak keringat membasahi wajahnya. Aku memang suka kepada wanita saat berkeringat. Seksi dan bercahaya.Ia mengusap-usap lembut kepalaku sambil tetap duduk bersandar. Aku pun tak tinggal diam, aku lap keringat di wajah dan keningnya. Ia tersenyum manis melebihi biasanya. Tiba-tiba entah dorongan dari mana, aku berani mencium kening tanteku sendiri. Yang aku rasakan, secara tiba-tiba aku menjadi sayang kepada tanteku dan menjadi ingin lebih dekat dengannya.Mendapat perlakuan demikian, tanteku tidak marah malah ia menyentuh lembut pipiku sampai akhirnya ia mencium lembut bibirku. Karena mendapat rambu tersebut, aku pun balas mencium bibirnya sampai akhirnya kita berciuman.Awalnya memang berciuman biasa saja, tapi setelah cukup lama tiba-tiba lidah tanteku menerobos masuk ke dalam mulutku. Hal tersebut tidak aku sia-siakan untuk mengusap-usap lidahnya dengan lidahku dan mengenyot lidahnya dengan lembut. Tante Cici kemudian melingkarkan kedua tangannya melingkari leherku.

Maka tanganku pun mulai berani menjamah susunya yang montok. Sambil tetap berciuman yang sudah semakin liar, aku usap memutar dan meremas-remas lembut susu tanteku.ssssshhhhhh eeeehhhhmmmm.” desah tanteku terasa hangat desahnya saat ia melepas bibir bawah untuk membuka mulutnya yang tak tahan untuk mendesah di tengah kesibukan berciuman liar denganku.Aku hentikan ciuman liar. Aku cium dan jilati lehernya yang sudah basah oleh keringatnya. Tante Cici menjadi semakin bernafsu sehingga tangannya tak lagi melingkari leherku melainkan sudah meremas-remas kepala serta rambutku.Secara perlahan, aku buka kaos putih yang dipakai tanteku.Sehingga tampak kutang hitam yang pernah aku lihat ketika aku nyelonong membuka pintu kamarnya dan mendapati ia hanya mengenakan kutang tersebut serta celana dalam berwarna hitam.Segera aku jilati bagian atas susunya yang tidak tertutup kutang. Aku hisap dan kenyot-kenyot perlahan sehingga membuat tanteku menjadi gelisah karena birahi yang semakin memuncak.Tanteku kemudian membukakan kutangnya untuk memudahkanku bermain secara leluasa dengan susunya.

dhfjdfhdf

AKU SUNGGUH BERNAFSU KALI KALAU BERCINTA DENGAN TANTE KU SENDIRI

Kulitnya yang putih membuat areola melingkar di tengah susunya tampak menggiurkan dengan warna coklat muda kemerah-merahan.Namun sayang, putingnya kecil sehingga hanya sedikit menonjol walaupun sudah menjadi keras di tengah susunya yang padat dan kenyal. Sungguh berbeda dengan puting susu Bu Suti yang panjang sebesar kelingking.Aku hisap, aku jilat, aku kenyot-kenyot dengan lembut susu dan putingnya.Tanteku bergerak-gerak gelisah menandakan birahinya sudah semakin memuncak.Sampai akhirnya tangannya sudah berada di atas kontolku di luar celana pendek yang aku kenakan.Tanteku mengusap-usap kontolku sedikit kasar. Namun, walau mendapat perlakuan demikian aku tetap liar memainkan lidah dan mulutku pada kedua susunya yang montok, kenyal, serta padat itu.Tanteku kemudian berdiri melucuti celana pendek dan menurunkan celana dalamnya sendiri. Tampak memeknya begitu tembem tanpa ada bulu sedikitpun. “wow, seksinya!” bisikku di dalam hati.

Ia kemudian memintaku berdiri dan langsung menurunkan celana pendekku langsung dengan celana dalamnya sehingga kontolku yang sudah sangat keras menunjuk-nunjuk ke depan.Tampak ia kaget melihat kontolku yang besar dan panjang seperti Ibu Suti pernah katakan.Wajah tanteku semakin memerah tanpa berkedip melihat ke arah kontolku. Namun, tak lama setelah bengong karena ukuran kontolku, ia mulai menyentuh dan mengusap-usap lembut kontolku.Dengan lembut ia mulai memajukan wajahnya sehingga kontolku telah masuk terkulum mulutnya.Tante Cici semakin liar bermain dengan kontolku. Ia mulai menjilati dan memaju mundurkan kepalanya. Tidak seperti Bu Suti, Tante Cici lebih mahir sehingga kontolku tidak pernah menyentuh giginya. Tak terlewatkan kepala kontolku ia kenyot-kenyot lembut sambil tangannya meremas biji pelerku secara lembut.Tampak ia begitu berpengalaman mengoral kelamin laki-laki. Sehingga muncul berbagai pikiran dalam otakku, “aneh, tanteku yang terlihat sebagai wanita baik-baik yang tidak suka keluyuran serta lugu ini begitu pandai mengoral kontol.

Apa mungkin ia sering menonton film bokef? Jika begitu, tidak mungkin dari hasil menonton ketika baru mempraktekannya bisa sedemikian handalnya mengoral kontol laki-laki! Ada kemungkinan, ia sudah sering melakukan perbuatan serupa”. Segala pertanyaan mulai memenuhi kepalaku.Melihat Tanteku sudah kelelahan, aku beranjak menuju pintu untuk mengunci pintu rumah karena khawatir ada orang yang masuk. Setelah mengunci pintu, aku suruh Tante Cici duduk sambil membuka kakinya lebar-lebar. Ia pun menuruti kemauanku.Terlihat memeknya yang tanpa bulu dan tembem.Aku segera menjilati memeknya dengan perlahan dan lembut dari mulai liang memeknya yang kecil sampai itilnya. Hampir seluruh kulit tubuhnya menjadi merah ketika aku mulai sedikit-sedikit mempermainkan lidah dan mulutku pada memeknya.aaaaaaeeeeehhhhhh ssssshhhhh” desahnya sambil tubuhnya tak bisa diam bergerak kian kemari mendapat sensasi nikmat pada memeknya.Aku coba mencolokan jari tengahku ke liang memeknya yang sudah sangat basah oleh cairan yang ke luar dari memeknya.

zfxhzfhf

AKU SUNGGUH BERNAFSU KALI KALAU BERCINTA DENGAN TANTE KU SENDIRI

Peret sekali dan agak sulit memasukan jariku pada liang memeknya yang kecil. Aku kocokan jari tengahku perlahan-lahan sambil mulutku mengenyot dan menjilati itilnya yang sudah sangat mengeras. Ia semakin mendesah dan mengerang sambil tangannya mencengkram agak kuat rambut serta kepalaku.eeeemmhhhh, ooouuuuuuhhhhh, eeessssshhhhhhh.” desah dan erangannya membuat suasana semakin birahi.Aku terus jilat, hisap, dan kenyot itilnya dengan lembut dan terkadang dengan kenyotan kuat pada itilnya. Sedangkan jari tengahku sudah semakin leluasa mengocok liang memeknya.Perlakuan demikian berlangsung hampir 15 menit sehingga tanteku mencapai orgamsenya.aaaaaaaaahhhhh, ooooouuuuhhhhh jjiiiiiii!” erangannya mendapat orgasme sambil tangannya mencengkram kuat menekan kepalaku pada memeknya yang berkedut-kedut hebat sambil tubuhnya menggelinjang-gelinjang akibat orgasme yang melandanya.Cairan orgasmenya membasahi tangan serta daguku. Perlahan kutarik jari tengah dari dalam lubang memeknya. Terdengar nafas Tante Cici masih terengah-engah.

Aku pinta ia untuk nungging. Tanpa banyak basa-basi ia segera mengambil posisi nungging di atas kursi. Posisiku yang berdiri di bawah kursi menjadi lebih leluasa melakukan penetrasi kontolku ke dalam liang memeknya.Sambil tangan kananku mencengkram pantat bulatnya yang lembut, aku arahkan kontolku menuju lubang memeknya dengan bantuan satu tangan kiriku. Cukup sulit kepala kontolku memasuki lubang memeknya yang peret. Namun, dengan dorongan agak kuat, aku dorong perlahan kontolku sampai akhirnya kontolku bisa terbenam di dalam liang memeknya dengan bantuan cairan memek dan sisa cairan orgasmenya.Memeknya mencengkram kuat dan masih agak peret ketika kontolku sudah seluruhnya terbenam. Dengan perlahan, aku mulai menggoyang-goyangkan pinggul dengan melingkar sebelum akhirnya aku maju mundurkan kontolku secara perlahan.Akhirnya, liang memek Tante Cici sudah dapat menyesuaikan dengan kontol besar dan panjang milikku. Sehingga aku menjadi lebih leluasa memaju mundurkan kontolku di dalam liang memeknya.eeeemmmm jjiiiiii eeeemmmhhh enak jjjiiiii!” desah Tante Cici.

Aku semakin semangat memompa kontolku. Aku mulai menambah kecepatan sehingga bunyi “plok plok plok” menjadi semakin gencar dan keras terdengar.aaaahhhhhhh, aaaaaeeeeehhhhhh,ssssshhhhh, ooooouuuhhhh!” desah tanteku seiring gerakanku yang semakin cepat.Sambil memaju mundurkan kontolku ke dalam memeknya, kini kedua tanganku ikut meremas-remas agak kuat pantat bulatnya.Terdengar desahan dan erangan tanteku semakin liar membahana. Karena nafsu birahi yang melanda kami, tak kami pedulikan suara-suara birahi ini walau akan terdengar oleh tetangga rumahku.Tampak Tante Cici mulai menggoyang-goyangkan pantatnya. Dengan kecepatan penuh aku kocok terus memeknya dengan kontolku.jjjjiiiii! aku keluar! aaaaaooooouuuhhh, oooooouuuuuwwww, sssssshhhh!” erangannya saat mendapat orgasme keduanya.Aku hentikan gerakanku, menikmati kedutan-kedutan memeknya pada kontolku yang masih terbenam kuat di dalam memeknya. Terasa kontolku pun tercengkram di dalamnya. Sungguh nikmat sekali.Ketika gelora orgasme tanteku mereda, aku segera menelentangkan tubuh tanteku.

dfhdfjdfj

AKU SUNGGUH BERNAFSU KALI KALAU BERCINTA DENGAN TANTE KU SENDIRI

Kemudian dengan penuh pengertian ia merentangkan kakinya lebar-lebar supaya aku lebih leluasa menusukan kontolku ke dalam lubang memeknya.Bibir memeknya masih memerah. Dengan memandang memeknya membuatku menelan ludah sendiri. Sungguh indah memeknya. Tanpa bulu, tembem, dan merah.Dengan mudah aku masukan kontolku. Sehingga setelah kontolku terbenam semakin dalam pada liang memeknya, aku mulai gerakan maju mundur dengan cepat. Gerakanku yang cepat membuat kedua susu montok dan kenyal tanteku bergoyang-goyang turun naik.Emh indah sekali susunya walaupun putingnya kecil dan tidak sebesar puting susu Bu Suti.aaaaaeeeeehhhh, eeeehhhmmmmm, oooooouuuuuhhhh!” Desah Tante Cici.Aku terus mengocok memaju mundurkan kontol dengan cepat ke dalam liang memeknya. Terlihat mata tanteku terpejam dengan mulut menganga sambil tak henti-hentinya mengeluarkan desahan-desahan yang sangat sensual ditelingaku.Aku raih kedua susunya yang bergoyang-goyang indah itu. Aku mulai remas-remas kedua susu montok, padat, dan kenyal tanteku itu dengan mengkombinasikan remasan lembut.

dan cengkraman agak kuat sambil terus memaju mundurkan kontolku dengan cepat di dalam lubang memeknya. Membuat tanteku menggelinjang-gelinjang di atas kursi dengan mata yang terus terpejam, pipi semakin merah, dan mulut menganga yang tak henti-hentinya mengeluarkan desahan serta erangan. Aku yang terus memompakan kontol dengan cepat mulai merasakan gatel dan geli pada kepala kontolku yang menandakan akan tiba orgasmeku.aaaaaoooouuuwwww, aaaaaaahhh, jiiii, aku keluaaaar!” erang tanteku. sambil memeluk tubuhku dengan erat.Hampir berbarengan dengan orgasme tanteku, akhirnya aku pun mencapai orgasme. Aku cabut kontolku dari dalam lubang memeknya. Terlihat begitu banyak sperma tertumpah di atas perut tanteku.Setelah usai kami memperoleh orgasme, aku gendong tubuh tanteku sambil berciuman kembali menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh dari segala cairan dan lendir birahi.Setelah tubuh kami bersih, kami pun bersantai di kursi sambil berpelukan dan berbagi cerita. Sampai akhirnya, pertanyaan-pertanyaan dikepalaku menemukan jawabannya.

Ternyata tanteku sudah tidak perawan sedari kelas 3 SMA. Awalnya pacarnya hanya sering mengajak tanteku menonton film bokef dan meminta ia melakukan oral saja. Tapi, karena oral terlalu sering yaitu hampir satu tahun maka, pacarnya meminta lebih. Tanteku menolak sampai akhirnya pacarnya memperkosanya.Tanteku merasa hancur tapi setelah melakukan perbuatan itu, pacarnya tidak lantas meninggalkannya. Hingga akhirnya Tante Cici lama-kelamaan menjadi percaya dan yakin bahwa pacarnya orang yang setia dan tidak akan menelantarkannya.Tetapi anggapannya salah, setelah cukup sering Tante Cici ngentot dengan pacarnya, si pacar tiba-tiba pergi begitu saja meninggalkannya dan menjadi sulit dihubungi.Aku pun terbuka kepada Tante Cici bukan hanya bercerita tentang pergaulan dengan kawan-kawan sekolahku saja, melainkan aku pun menceritakan bahwa sedari kelas 2 SMP aku sudah kehilangan keperjakaan. Aku sudah sering nonton bokef dan aku pun sering ngentot dengan Bu Suti yang tak lain adalah tetanggaku sendiri yang sering menumpang ikut ke kamar mandi rumahku.Mendengar pengakuanku, Tante Cici kaget awalnya. Tapi ia pun paham dengan kondisi dan keadaanku sehingga kami berjanji tidak akan membocorkan aib ini pada keluarga.


MOHON DI SHARE YA BUAT TEMAN TEMAN NYA YANG HOBI BACA JUA :)